Angkasa Pura 2

Angkutan Laut Nataru dengan Pelni Didominasi Penumpang dari Wilayah Indonesia Timur

DermagaRabu, 11 Desember 2019
images-218

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Penumpang angkutan laut dengan kapal Pelni pada angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru), didominasi dari wilayah timur Indonesia.

“Pelanggan yang naik dari pelabuhan di Indonesia bagian timur mencapai 42%, sedangkan wilayah tengah 38% dan wilayah Barat 20%,” jelas Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero) Yahya Kuncoro dalam keterangan tertulis, Rabu (11/12/2019).

Untuk mengantisipasinya, Perseroan mengoperasikan 10 kapal yang terdiri dari satu kapal tipe 3.000 pax (KM. Labobar), enam kapal tipe 2.000 pax (KM. Ciremai, KM. Dobonsolo, KM. Nggapulu, KM. Gunung Dempo, KM. Sinabung, KM. Tidar) dan tiga kapal tipe 1.000 pax (KM. Tatamailau, KM. Sirimau dan KM. Leuser).

Selanjutnya untuk wilayah tengah yang terdiri dari Pelabuhan Nunukan-Tarakan-Balikpapan-Makasar-Baubau-Benoa-Labuanbajo-Kupang-dan Bitung akan dioperasikan 10 kapal teridiri 10 kapal tipe 3.000 pax (KM. Labobar), satu kapal tipe 2.000 (KM. Bukit Siguntang), tujuh kapal tipe 1.000 pax (KM. Tilongkabila, KM. Binaiya, KM. Awu, KM. Leuser, KM. Kelimutu, KM. Jetliner), dan satu kapal tipe 500 pax (KM. Wilis).

“Wilayah Barat juga diakomodir dengan baik, terdiri dari Pelabuhan Gunung Sitoli-Sibolga-Padang-Belawan-Kijang-Batam-Pontianak-Keppri-Tanjung Priok-Tanjung Emas – Tanjung Perak – Kumai dan Sampit akan dioperasikan lima kapal,” tuturnya.

Terdiri dari tiga kapal tipe 2.000 pax (KM. Kelud, KM. Umsini, KM. Dorolonda) dan 2 dua kapal tipe 1.000 pax (KM. Bukit Raya dan KM. Lawit).

Rerouting kapal tahun 2019 juga bertambah sebanyak dua armada, dari 13 kapal (2018) menjadi 15 kapal (2019). Kapal rerouting untuk tipe 3.000 dan 2.000 pax terdiri KM. Dorolonda untuk menambah frekuensi ruas Bitung-Papua Port. KM. Ciremai deviasi Ambon untuk antisipasi ruas Ambon-Papua Port. KM. Labobar menambah frekuensi Bitung-Jayapura Port.

KM. Dorolonda deviasi Kijang-Batam dan Belawan untuk tambah frekuensi ke Sumatera Utara. KM. Tidar ruas Ambon-Papua Port. KM. Gunung Dempo deviasi Ambon untuk ruas Papua Port. KM. Kelud untuk Batam-Belawan. KM. Lambelu untuk ruas Tarakan-Nunukan-Balikpapan-Makasar-NTT PP. KM. Bukit Siguntang untuk ruas Tarakan-Nunukan-Balikpapan-Makasar-NTT PP. KM. Nggapulu untuk ruas Ambon-Banda dan Tual.

Sedangkan untuk kapal tipe 1.000 pax KM. Lawit pada pra Natal dan Tahun Baru akan rerouting dari Tanjung Priok-Padang-Sibolga-Gunung Sitoli. KM. Binaiya deviasi Waingapu dan KM. Awu deviasi ke Sabu-Rote dan Larantuka. Sedangkan kapal tipe 500 pax KM. Wilis deviasi ke Reo dan KM. Egon diviasi Balikpapan-Bitung.

“Rute kapal kami sesuaikan dengan permintaan masyarakat dengan memperhatikan aspek keselamatan. Hal tersebut kami lakukan agar penumpang merasa aman dan nyaman selama perjalanan,” pungkas Yahya. (omy)

loading...