Angkasa Pura 2

Proyek LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung 2021

Emplasemen Galeri KoridorJumat, 13 Desember 2019
Proyek LRT Jabodebek. (ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Presiden Joko Widodo menyebut, proyek LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan rampung bersamaan pada 2021. “Jika tak ada aral melintang, keduanya akan selesai bersamaan di akhir tahun 2021,” kata Jokowi melalui akun instagramnya, Jumat (13/12/2019).

Jokowi sendiri sudah meninjau dua proyek tersebut, usai meresmikan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Elevated atau Tol Layang Japek kemarin.

“Jalan tol layang Jakarta-Cikampek (Japek II) sudah rampung dan siap beroperasi. Di sisi jalan tol ini, juga tengah dikerjakan dua proyek besar lain yakni lintas rel terpadu (LRT) Jabodebek dan kereta cepat Jakarta-Bandung,” tulis Jokowi.

Dia menyebut, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menelan investasi US$ 6 miliar, sedangkan LRT mencapai Rp29 triliun.

“Pembangunan proyek-proyek infrastruktur transportasi itu kita laksanakan untuk mengejar ketertinggalan, meningkatkan daya saing, kecepatan, serta efisiensi,” kata Jokowi.

Sementara itu Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri yang ikut mendampingi Jokowi dalam kunjungan itu mengatakan, penyelesaian LRT Jabodebek sesuai dengan perencanaan akan selesai akhir Desember 2021.

Dia bilang, sebelumnya memang LRT Jabodebek mendapat kendala pembebasan lahan untuk Depo di Bekasi Timur. Kendala lain yang sempat dialami yakni pembangunan longspand di Dukuh Atas.

“Untuk lahan saat ini sudah proses penyelesaian 75% lahan dibebaskan. Bahkan gedung kontrol (OCC Room) sudah mulai dibangun. Gedung ini sangat penting karena nanti akan bertugas mengontrol perjalanan LRT yang otomatis penuh,” ujar Zulfikri melalui keterangan resmi.

Pembangunan gedung itu diharapkan bisa segera selesai sehingga uji coba semua teknologi yang digunakan di LRT bisa dilakukan dengan leluasa. Jika gedung kontrol bisa cepat selesai, ia mengaku akan punya waktu cukup panjang untuk uji coba.

“Sehingga teknologi yang cukup canggih ini bisa andal dalam pengoperasiannya” jelas Zulfikri.

Pembangunan LRT Jabodebek tahap I ini mempunyai tiga lintasan, yakni Cawang-Cibubur sepanjang 14,89 km dengan 4 stasiun, Cawang-Dukuh Atas sepanjang 11,05 km dengan 8 stasiun, dan Cawang-Bekasi Timur sepanjang 18,49 km dengan 5 stasiun dan 1 stasiun integrasi.

Total Panjang lintasan LRT Jabodebek Tahap 1 adalah 44,43 km. Saat ini progress pembangunannya sudah mencapai 67,73%.

Untuk LRT Jabodebek Tahap 2 juga akan mempunyai tiga lintasan, yakni Dukuh Atas-Senayan sepanjang 7,8 km dengan 3 stasiun, Cibubur-Bogor sepanjang 25,8 km dengan 4 stasiun, dan Palmerah-Grogol sepanjang 5,7 km dengan 3 stasiun.

Total Panjang LRT Jabodebek Tahap 2 adalah 38,5 km. Namun saat ini belum ada pembangunan dilakukan berkaitan LRT Jabodebek tahap 2.

Untuk kereta cepat Jakarta-Bandung, target progres pembangunan konstruksinya di akhir 2019 adalah 40%. Saat ini progres sudah mencapai 38,2%, dan hingga akhir Desember target bisa tercapai 40%.

Jalur kereta cepat ini akan mempunyai panjang 142,3 km, dengan empat stasiun. Pembangunan jalur kereta cepat cukup sulit karena harus membangun 13 terowongan, dengan total panjang 16,82 km.

Selain itu lebih dari separuh atau 82,7 panjang jalur akan melayang (elevated). Untuk penunjang kereta cepat ini, maka PT Kereta Cepat Indonesia China, selaku pemilik proyek, akan membangun tiga kawasan Transit Oriented Development yakni Karawang TOD, Walini TOD, dan Tegalluar TOD. (ds/sumber CNBC)

loading...