Angkasa Pura 2

15 Pelabuhan Susul Penerapan Go Live Inaportnet

DermagaSenin, 16 Desember 2019
IMG-20191216-WA0084

SAMARINDA (BeritaTrans.com) – Sebanyak 15 pelabuhan susul penerapan go live Inaportnet memasuki era digitalisasi dan industri 4.0. Salah satunya adalah di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur.

Pelabuhan dituntut untuk melakukan layanan dengan cepat, mudah, dan transparan untuk dapat bersaing di tingkat global.

“Menghadapi situasi tersebut, langkah yang dapat diambil adalah mengubah proses layanan kapal dan barang di pelabuhan yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi proses digital dengan memanfaatkan sistem teknologi informasi,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan R Agus H Purnomo di Samarinda, Senin (16/12/2019).

Sebelumnya, telah menerapkan Inaportnet di 17 pelabuhan yang dilakukan sejak tahun 2016 hingga awal tahun 2019.

“Pada hari ini, penerapan Inaportnet tahun 2019 sudah memasuki tahapan Go-Live yang artinya pada hari ini pelayanan kapal dan barang di 15 pelabuhan yang sudah ditetapkan wajib menggunakan Inaportnet,” ujarnya.

Dalam peluncuran Go-Live aplikasi Inaportnet ini, Dirjen Agus menekankan tiga aspek yang harus diperhatikan dalam penerapannya.

Aspek yang pertama yang harus dijunjung tinggi adalah komitmen, yaitu bagaimana seluruh stakeholder yang terlibat dapat patuh terhadap standar operasional prosedur yang berlaku.

“Tanpa komitmen yang kuat dari seluruh pihak, maka aplikasi ini tidak akan bisa menjadi sistem yang menjadi rujukan utama untuk pelayanan kapal dan barang di pelabuhan,” tutur dia.

Berkaitan dengan itu, Dirjen Agus menginstruksikan agar seluruh proses permohonan pelayanan kapal dan barang harus menggunakan Aplikasi ini secara konsisten.

Pegawai di lingkungan Kementerian Perhubungan dan mitra kerja di pelabuhan yang telah mengimplementasi juga wajib menguasai aplikasi tersebut dengan baik dan didukung penuh sistem yang dimiliki oleh Ditjen Perhubungan Laut serta Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Perhubungan.

Selanjutnya, aspek kedua yang harus tetap dijaga adalah koordinasi. Dia mengingatkan kembali agar bisa terus saling menghormati dan menghilangkan ego sektoral demi kepentingan khalayak luas, serta terus meningkatkan koordinasi yang sudah terjalin baik selama ini.

Sementara itu, aspek terakhir yang disampaikan Dirjen Agus adalah kreatifitas yang harus senantiasa dipupuk. Bagaimana pihaknya bisa mencari cara untuk terus memperbaiki kinerja dan pencapaiannya di masa mendatang, serta terus berinovasi agar bisa membuat aplikasi Inaportnet memiliki manfaat lebih dari apa yang telah dicapai sekarang.

“Saya menghmbau kepada pemangku kepentingan agar tetap berpikiran terbuka, dinamis dan selalu mengikuti perkembangan dunia kepelabuhanan dan teknologi penunjangnya agar kita selalu siap untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi,” ungkap Dirjen Agus.

Pada kesempatan terakhir, Dirjen Agus memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pihak-pihak yang turut membantu mewujudkan aplikasi Inaportnet ini.

“Selaku pimpinan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, saya menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terkait dan seluruh mitra kerja yang telah bersinergi dengan sangat baik dalam implementasi Aplikasi Inaportnet ini,” pungkasnya. (omy)

Foto:Indi Astono (Humas Ditjen Hubla)

loading...