Angkasa Pura 2

Ini Dia 15 Pelabuhan yang Baru Terapkan Go Live Inaportnet

DermagaSenin, 16 Desember 2019
IMG-20191216-WA0087

SAMARINDA (BeritaTrans.com) – 15 Pelabuhan secara resmi baru saja menerapkan go live Inaportnet yang dilakukan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan R Agus H Purnomo didampingi Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko secara simbolis di Pelabuhan Samarinda, Kalimantam Timur, Senin (16/12’2019).

15 pelabuhan tersebut antara lain:

1. Pelabuhan Tanjung Balai Karimun;

2. Pelabuhan Tanjung Pinang;

3. Pelabuhan Pekanbaru;

4. Pelabuhan Cirebon;

5. Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu;

6. Pelabuhan Talang Duku, Jambi;

7. Pelabuhan Pangkal Balam;

8. Pelabuhan Tanjung Pandan;

9. Pelabuhan Cilacap;

10. Pelabuhan Benoa;

11. Pelabuhan Samarinda;

12. Pelabuhan Bontang;

13. Pelabuhan Kendari;

14. Pelabuhan Ternate;

15. Pelabuhan Jayapura.

Dalam laporannya, Capt. Wisnu menjelaskan bahwa perubahan proses layanan dari manual menjadi elektronik ini akan membutuhkan penyesuaian dari semua pihak yang terkait.

“Kami berharap bahwa apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden terkait pembangunan infrastruktur, pembangunan sarana transportasi bukan hanya semata-mata melihat dari fisiknya, yang penting adalah membangun culture, perubahan budaya menuju yang tadinya manual menjadi digital, yang tadinya belum transparan menjadi transparan,” tutur Capt. Wisnu.

Selain itu, dia menyebutkan, saat ini pihaknya sedang menyusun grand design pengembangan inaportnet sampai 10 tahun ke depan dengan melibatkan berbagai konsultan, serta melakukan perbandingan dengan pelabuhan luar negeri, seperti dengan Port of Rotterdam.

“Kalau tahun depan setidak-tidaknya minimal kita tanbah minimal 15 pelabuhan lagi, tetapi ternyata kita prioritaskan juga untuk terminal-terminal khusus, misalkan untuk ekspor batubara mineral karena kita ingin mengamankan semua angkutan ekspor kita bisa terdata dengan baik,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, dipilih Samarinda sebagai tempat Go-Live untuk menunjukkan bahwa Samarinda menjadi salah satu parameter kegiatan bongkar muat untuk bahan atau matetial komoditi batu bara dan mineral lainnya.

“Kita menunjukkan selama ini inaportnet identik dengan pelabuhan container/general cargo sehingga kita ingin menunjukkan bahwa kegiatan pengangkutan komoditi ekspor mineral pun juga bisa kita tata dengan baik,” katanya.

Lebih lanjut, untuk melaksanakan penerapan Inaportnet di 15 pelabuhan tersebut, berbagai persiapan telah dilakukan oleh Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut bersama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Perhubungan sejak Januari 2019 hingga saat ini.

Adapun rangkaian persiapan yang dilakukan antata lain dengan melakukan rapat koordinasi, Training of Trainer (TOT) kepada para petugas Inaportnet, sosialisasi kepada para pemangku kepentingan, penandatanganan Pakta Integritas penerapan Inaportnet oleh Kepala Kantor KSOP dan perwakilan PT. Pelindo I – IV, serta pelaksanaan soft launching Inaportnet yang dilakukan secara bertahap di masing-masing pelabuhan. (omy)

Foto:Indi Astono (Humas Ditjen Hubla)