Angkasa Pura 2

Seteru 2 Kubu Awak Kabin Pesawat Garuda

Another News KokpitSenin, 16 Desember 2019
IMG-20191104-WA0005

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pasca terungkapnya kasus pelanggaran yang dilakukan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara alias Ari Askhara terkait penyelundupan onderdil sepeda motor Harley Davidson. Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) terpecah dua kubu.

Ada kubu yang membantah semua tudingan soal kinerja direksi Garuda Indonesia. Kubu lainnya justru mengungkapkan dosa-dosa yang telah dilakukan Ari Askhara selama menjadi bos Garuda Indonesia.

Okezone pun merangkum fakta-fakta soal Menteri BUMN Erick Thohir yang digeruduk awak kabin Garuda tersebut, Minggu (15/12/2019):

1. 2 Awak Kabin Garuda

Kubu Ikagi yang diketuai oleh Zaenal Mutaqqin, merupakan kubu yang membeberkan dosa-dosa dari Ari Askhara. Sedangkan Ikagi kubu Achmad Haeruman merupakan pihak yang membantah semua permasalahan yang terjadi di dalam Garuda Indonesia.

2. Awal Mula Percehan Awak Kabin Garuda

Awal mula keributan tersebut adalah ketika Ikagi yang digawangi oleh Zaenal Mutaqqin datang untuk menemui Menteri BUMN Erick Thohir. Zaenal mengklaim jika pihaknya sengaja diundang oleh Menteri BUMN untuk dimintai keterangan oleh Erick Thohir.

“Saya diundang sebagai ketua Ikagi yang sah. Jadi kalau Ikagi yang lain itu perlu dipertanyakan. Jadi saya tidak banyak pesan kesan yang tidak baik, karena ini sudah masuk dalam ranah kepolisian,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu anggota Ikagi kubu Zaenal yakni Hersanti mengatakan, Achmad merupakan Ketua Ikagi hasil ‘bentukan’ Ari Askhara. Karena pembentukan Ikagi versi Zaenal ini baru saja dibentuk beberapa tahun lalu.

Sementara itu, sedang asik memawancarai, awak media tiba-tiba distop oleh Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia Tomy Tampatty dan Achmad Haeruman. Tomy meminta wartawan mewawancarai Achmad karena Zaenal bukanlah ketua Ikagi yang sah.

3. Klaim Ikagi yang Pro Ari Askhara

aenal dinilai merupakan Ketua Perkumpulan Awak Kabin Garuda Indonesia yang statusnya adalah ormas karena mengantongi izinnya dari Kementerian Hukum dan HAM. Sedangkan, pihaknya merupakan Ikagi yang didaftarkan sebagai serikat pekerja di Kementerian Ketenagakerjaan.

“Saya mengklarifikasi bahwa tidak ada organisasi serikat pekerja awak kabin Garuda Indonesia yang diketuai oleh saya, Achmad Haeruman. Perlu diketahui selama ini Zaenal mengaku sebagai Ketua Ikagi. Padahal dia Ketua Perkumpulan Awak Kabin Garuda Indonesia yang terdapat di Kemkumham, bagian dari ormas. Sementara Ikagi kami terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan,” jelas Achmad.

“Saat ini terkesan kayaknya awak kabin diperas, diperlakukan tidak adil sejak Ari Askhara. Padahal sekarang ini, (awak kabin) dikasih guarantee jam terbang 60 jam, kalau tidak sampai tetap dibayar 60 jam karena ada operasional terganggu, beberapa kami stop. Jadi kayaknya mereka tidak disejahterakan, ini yang kami luruskan,” imbuhnya.

4. Ikagi Zaenal Uangkap Borok Ari Askhara

Hal ini dibuktikan dengan pernyataan Jacqueline Tuwanakotta, Sekretaris IKAGI yang menyampaikan rasa beryukur karyawan setelah Ari diturunkan dari posisinya.

“Saat ini karyawan sudah merasa senang ketika yang terjadi Ari Askhara diturunkan, dicopot, banyak karyawan yang bersyukur, bahagia, karena selama beliau memimpin banyak sekali kerusakan di PT Garuda Indonesia,” ujar Jacqueline

Awak kabin Garuda merasa bekerja dalam tekanan. Jika para awak melakukan kesalahan sedikit saja, manajemen Garuda akan langsung memindah tugaskan para awak kabin.

“Mereka (awak kabin) takut ada yang terancam, contoh, lakukan kesalahan sedikit langsung dipindahkan ke Papua, kemudian kesalahan yang harusnya masuk dalam pembinaan, tiba-tiba digrounded, tidak boleh terbang,” tambahnya. (Lia/sumber:okezone)