Angkasa Pura 2

Pengendara Motor Tewas Akibat Terobos Palang Pintu Kereta

Emplasemen KoridorSenin, 23 Desember 2019
mayat-5dffde9d6dfb8

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Nasib naas dialami Sutrisno (65) dan Sufian (59) warga Demak. Nekat menerobos palang pintu perlintasan kereta api di Jalan Kaligawe, pengendara sepeda motor ini terserempet Kereta Api Dharmawangsa jurusan Stasiun Pasar Senen- Stasiun Surabaya Pasarturi, Minggu (22/12) pukul 15.47.

Sutrisno yang mengendarai sepeda motor (berada di depan) meninggal. Dia adalah warga Desa Karangsambung RT 03/01, Kendaldoyong, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak. Sedangkan Sufian yang membonceng luka-luka, dan di bawa ke RS Sultan Agung Semarang. Dia merupakan warga Desa Wonosalam RT 02/02 Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.

”Pengendaranya, atau yang di depan (Sutrisno) meninggal. Sedangkan yang membonceng (Sufian) dirawat di RS Sultan Agung Semarang,” ujar Manajer Humas PT KAI Daops IV Semarang, Krisbiyantoro, kemarin.

Kecelakaan itu terjadi saat Sutrisno dan Sufian mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter nomor polisi H 3917 MN dari arah Semarang ke Demak. Tiba di perlintasan kereta api di Jalan Kaligawe, palang pintu sudah tertutup karena kereta api Dharmawangsa dari Jakarta ke Surabaya akan melintas.

Namun Sutrisno nekad menerobos palang pintu. Dia berada di dalam palang pintu area perlintasan. Pengendara motor lain dan petugas penjaga perlintasa kereta api sudah memperingatkannya. Seketika, kendaraan itu terserempet kereta api, tepatnya di gerbong ketiga.

Keduanya jatuh, Sutrisno meninggal sedangkan Sufian luka-luka dan dibawa ke rumah sakit. Kejadian tersebut menjadi perhatian pengguna jalan. Kemacetan sempat terjadi beberapa saat, namun akhirnya dapat terurai. Kereta api pun melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Kasus sudah ditangani Polsek Gayamsari, unit lantas Polrestabes Semarang.

”Demi keamanan dan keselamatan, kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk menaati aturan yang ada. Jangan menerobos palang pintu yang sudah tertutup. Atau berada di area perlintasan kereta api, karena sangat berbahaya,” tambah Krisbiyantoro. (Lia/sumber:suaramerdeka)