Angkasa Pura 2

Dibuat Tahun 2016, Pesawat Boeing 737-800 Ukraine Airlines Terbakar Mesin Sebelum Jatuh

KokpitKamis, 9 Januari 2020
32033D1A-5173-4D32-9F56-A4D0A90244DB

TEHERAN (BeritaTrans.com) – Pesawat Boeing milik Ukraine International Airlines jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara International Imam Khomeini, Teheran, Iran, Rabu (8/1/2020).

Dikutip dari AFP, pesawat tersebut dibuat pada 2016 dan telah dilakukan pemeriksaan dua hari sebelum kejadian.

“Pesawat itu diproduksi 2016, diterima langsung oleh maskapai dari pabrik (Boeing). Pesawat ini menjalani pemeliharaan teknis 6 Januari 2020,” demikian pernyataan dari Ukraina International Airlines (UIA).

Menurut pihak maskapai, pesawat dalam kondisi berfungsi penuh. Serta pilot yang menerbangkan pesawat itu berpengalaman dan sudah dilatih dalam keadaan darurat.

“Itu salah satu pesawat terbaik dengan awak yang hebat,” ujar Presiden UIA Yevgeniy Dykhne di Kiev.

281544_800

Terkait kejadian tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memerintahkan penyelidikan menyeluruh terkait kecelakaan pesawat UIA. Serta melakukan pemeriksaan semua pesawat sipil di negara tersebut.

Mesin pesawat terbakar

Sebelumnya, Televisi Iran menyebut, kecelakaan itu karena masalah teknis. Salah satu mesin dari pesawat tersebut mengalami kebakaran.

Juru Bicara Kementerian Transportasi dan Jalan Iran Qassem Biniaz mengatakan, setelah kebakaran itu pilot kemudian hilang kendali.

images (8)

Dikutip dari Reuters, 167 penumpang dan 9 awak berada di pesawat tersebut. Sementara 32 orang di antara penumpang tersebut adalah orang asing.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan, tidak ada yang selamat dalam insiden tersebut.

Paling Laris

Dikutip dari situs boeing, seri 737 adalah pesawat dengan penjualan tercepat dalam sejarah pabrikan tersebut.

Tercatat mereka mendapatkan lebih dari 5.000 pesanan untuk pesawat tersebut.

Boeing 737-800 diketahui memiliki kapasitas tempat duduk 162 untuk 2 kelas.

Sementara kapasitas tempat duduk maksimalnya mencapai 189 seat.

Pesawat ini mudah dikenali karena bodinya yang cukup besar.

Panjang badan pesawat mencapai 39,5 meter. Sementara lebar sayapnya 35,8 meter. Adapun tingginya 12,5 meter.

Boeing juga menyebutkan, dengan mesin CFM lebih hemat bahan bakar, sehingga biaya perawatan mesin berkurang hingga 4 persen.

Selain itu, pesawat ini diklaim memiliki peningkatan kinerja aerodinamis dan efisiensi bahan bakar hingga 2 persen.

Dalam situs boeing dicantumkan, setidaknya ada 117 maskapai yang menjadi customers pesawat Boeing 737. Di antaranya Garuda Indonesia, Lion Air, Japan Airlines dan Qantas.

Dikutip dari Kompas.com (11/03/2019), data dari Kementerian Perhubungan RI, saat ini ada 11 pesawat Boeing 737 yang dioperasikan maskapai nasional.

Namun serinya lebih canggih dibandingkan Boeing 737-800 yang jatuh di Iran. Yaitu Boeing 737 8-Max.

Sebanyak 11 unit Boeing 737 8-Max dioperasikan oleh Lion Air dan satu unit oleh Garuda indonesia.

(jasmine/sumber: kompas.com).