Angkasa Pura 2

Pangeran Harry & Meghan Mundur sebagai Anggota Senior Kerajaan

FigurKamis, 9 Januari 2020
harry1

LONDON (BeritaTrans.com) – Pangeran Harry dan istrinya, Meghan Markle, mengundurkan diri dari kapasitas mereka sebagai anggota “senior” keluarga Kerajaan Inggris untuk kemudian mandiri secara finansial.

Sebagaimana dipaparkan dalam pernyataan, Pangeran Harry dan Meghan juga mengatakan berencana membagi waktu antara Inggris dan Amerika Utara.

BBC mendapat informasi bahwa Pangeran Harry dan Meghan tidak berkonsultasi dengan anggota keluarga kerajaan lainnya—termasuk Ratu Elizabeth II maupun Pangeran William—sebelum mengemukakan pernyataan itu. Istana Buckingham “kecewa” dan para anggota senior keluarga kerajaan diketahui “terluka” oleh pengumuman Pangeran Harry dan Meghan.

harry

Bagaimanapun, pasangan suami-istri tersebut mengaku keputusan tersebut diambil “setelah berbulan-bulan mempertimbangkan dan berdiskusi internal”.

“Kami berniat mengundurkan diri sebagai anggota ‘senior’ Keluarga Kerajaan dan bekerja untuk menjadi mandiri secara keuangan, seraya terus mendukung penuh Yang Mulia Ratu.”

Mereka juga menyebut berencana membagi waktu antara Inggris dan Amerika Utara selagi “terus menghormati tugas kepada Ratu, Persemakmuran, dan patron kami”.

“Ketidakseimbangan geografis ini akan memampukan kami untuk membesarkan putra kami dengan menghormati tradisi kerajaan, di mana dia dilahirkan, seraya memberi keluarga kami ruang untuk fokus pada bab selanjutnya, termasuk meluncurkan entitas amal kami yang baru.”

‘Pertengkaran Besar’

Menurut koresponden BBC di Istana Inggris, Jonny Dymond, pernyataan pihak istana bahwa mereka “kecewa” adalah pernyataan yang “cukup keras”.

“Saya pikir hal itu mengindikasikan betapa kuatnya perasaan di dalam istana malam ini—mungkin bukan soal apa yang sudah terjadi tapi cara itu dilakukan—dan kurangnya konsutasi saya pikir akan melukai.

“Jelas ini pertengkaran besar antara Harry dan Meghan pada satu sisi, dan Keluarga Kerajaan pada sisi yang lain.”

harry

Juru bicara Istana Buckingham mengatakan diskusi dengan pasangan suami-istri (pasutri) bergelar Duke dan Duchess of Sussex mengenai keputusan mereka berada pada “tahap awal”.

“Kami paham hasrat mereka untuk mengambil pendekatan berbeda, namun ini adalah topik yang rumit dan memerlukan waktu untuk dibahas.”

Selama liburan Natal, pasutri tersebut cuti enam pekan dari tugas-tugas mereka sebagai anggota keluarga kerajaan untuk berlibur di Kanada bersama putra mereka, Archie, yang lahir pada Mei 2019.

Sekembalinya di Inggris pada Selasa (07/01), Harry, 35, and Meghan, 38, mendatangi Komisi Tinggi Kanada di London guna berterima kasih kepada negara itu yang menjamu mereka. Keduanya mengatakan keramahan yang mereka terima “luar biasa”.

Meghan mengatakan bahwa bisa menikmati “keindahan Kanada” merupakan “masa yang menakjubkan”.

“Melihat Archie bicara ‘ah’ saat kami berjalan dan melihat betapa menakjubkan – itu sangat bermakna bagi kami.”

Meghan, yang pernah berprofesi sebagai aktris, sempat menetap di Toronto saat membintangi drama AS, Suits.

Mantan pejabat pers Istana Buckingham, Dickie Arbiter, mengisyaratkan bahwa keputusan pasutri itu menunjukkan Pangeran Harry punya “hati yang menguasai kepalanya”.

Dia menceritakan kepada BBC mengenai “pembantaian masif pers” ketika putra mereka, Archie, lahir sehingga mungkin berperan dalam pembuatan keputusan.

Arbiter membandingkan keputusan Pangeran Harry dan Meghan dengan keputusan Edward VIII yang melepaskan haknya sebagai raja pada 1936 untuk menikah dengan janda asal Amerika Serikat, Wallis Simpson.

“Itu satu-satunya preseden, namun tiada yang seperti ini pada era modern,” ujar Arbiter.

Ketika ditanya bagaimana caranya menjadi anggota Keluarga Kerajaan secara “paruh waktu”, Arbiter mengaku tidak tahu.

“Jika mereka akan menetap di Inggris, itu berarti mereka akan banyak terbang dan membuat jejak karbon yang besar,” ujarnya.

Dia juga mempertanyakan bagaimana pasutri tersebut mandiri secara keuangan.

“Maksud saya, Harry bukan orang miskin. Tapi menetap di dua benua berbeda, menghabiskan waktu bersama keluarga, melanjutkan pekerjaan—bagaimana cara mendanai itu?”

“Bagaimana mendanai pengamanan mereka?”

“Karena mereka masih harus mendapat pengamanan—siapa yang harus membayar untuk itu? Dari mana pengamanannya berasal? Apakah Kepolisian Metropolitan akan menyediakannya dan jika demikian apakah akan ada kontribusi untuk menutup biaya keamanan?”

Arbiter menilai bahwa akan ada pertanyaan mengapa uang rakyat sebanyak £2,4 juta (Rp43,7 miliar) dihabiskan untuk merenovasi rumah Pangeran Harry dan Meghan di Windsor jika mereka menetap di tempat lain.

harry

Koresponden BBC, Jonny Dymond, mengatakan pasutri tersebut punya “tabungan yang cukup”, termasuk warisan aset yang diperoleh Harry dari mendiang ibunya, Putri Diana, serta uang yang didapat Meghan saat menjadi aktris.

Namun, ketika ditanya apakah mereka akan mendapat pekerjaan, Dymond mengatakan, “Ada masalah bagi anggota Keluarga Kerajaan, khususnya yang senior, meskipun mereka mengatakan tidak lagi senior, dalam hal mendapat pekerjaan karena mereka dipandang akan memonetisasi merek mereka dan akan ada sejumlah pertanyaan soal konflik kepentingan”.

Ditambahkannya, saat ini jawaban dari pertanyaan soal apakah anggota keluarga kerajaan bisa bekerja masih dalam “mode wait and see” atau “apakah ini adalah posisi bagi mereka untuk meninggalkan Keluarga Kerajaan”.

Pangeran Charles mendanai tugas-tugas publik Harry, Meghan, William, dan Kate serta sejumlah biaya pribadi mereka dari penghasilan Duchy of Cornwall yang tahun lalu saja menghasilkan £21,6 juta (Rp392,1 miliar)

Data dari kediaman Pangeran Charles di Clarence House menunjukkan pendanaan ini—pada tahun Meghan resmi bergabung dengan Keluarga Kerajaan—sedikit melampaui £5 juta (Rp90,7 miliar), naik 1,8% pada 2017-18.

Pangeran Harry berada pada urutan keenam pewaris takhta Kerajaan Inggris—di belakang Pangeran Charles, Pangeran William, dan ketiga anaknya.

Pada Oktober lalu, Pangeran Harry dan Meghan mengungkapkan keluhan mereka selama mendapat sorotan media.

Bahkan, Pangeran Harry melayangkan tuntutan hukum terhadap pemilik tabloid the Sun, the News of the World yang kini sudah tutup, dan the Daily Mirror terkait dugaan peretasan telepon.