Angkasa Pura 2

OPM Serang Bandara Nduga Papua

Another News BandaraMinggu, 12 Januari 2020
dea263bc-ae2c-4129-b995-0896d65da7a5_169

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui menjadi dalang di balik penembakan anggota kepolisian di pos pengamanan Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua pada Sabtu (11/1/2020) pagi.

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom bahkan mengklaim serangan yang dipimpin langsung Egianus Kogoya itu menembak dua anggota Brimob. Selain itu beberapa tembakan disebut menyasar pos pengamanan anggota Brimob.

“Manajemen markas pusat Komnas TPNPB-OPM menerima telepon langsung dari Panglima Kodap III Ndugama, Brigjen Egianus Kogoya bahwa pagi pukul 06.45 waktu Ndugama, pasukan yang dipimpin langsung Egianus Kogoya melakukan penyerangan di Bandar Udara Kenyam,” tutur Sebby dalam keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (11/1/2020).

“Dan kemungkinan ada yang luka-luka, tetapi yang pasti adalah dua orang anggota Brimob berhasil kami tembak,” lanjut dia lagi.

Sebby mengungkapkan, serangan ke aparat keamanan pemerintah itu bakal terus dilakukan untuk merebut kembali kemerdekaan Papua Barat. Serupa diungkapkan Egianus Kogoya melalui keterangan tertulis. Ia mengklaim sejak 1 Desember 2019 hingga kini pasukannya telah mengepung kawasan Bandara Kenyam.

“Kami sudah mulai perang dan pasukan tentara pembebasan nasional Papua Barat masih lakukan perlawanan di Kenyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga, Provinsi Papua,” kata Egianus Kogoya.

“Kami tidak akan takut dengan serangan udara pasukan keamanan pemerintah kolonial Republik Indonesia. Kami akan terus lakukan perlawanan,” tambah dia lagi.

Sebelumnya Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengonfirmasi bahwa satu anggotanya terkena tembakan di bagian paha. Sesaat setelah penyerangan itu, korban Bharatu Luki lantas dilarikan ke Timika untuk beroleh perawatan. Sementara polisi kata Paulus, langsung memburu kelompok Egianus Kogoya.

Ia pun berharap tokoh masyarakat dan agama di Papua turut mengambil bagian dengan melakukan pendekatan ke kelompok bersenjata untuk menghentikan aksi.

“Ini kan bisa dikomunikasikan ke para pihak yang punya peranan langsung–tokoh-tokoh yang ada pengaruhnya dengan pihak-pihak ini-berbicaralah yang baik, imbau dan ajaklah mereka untuk menyadari itu. Menyadari bahwa apa yang mereka perbuat itu tidak benar,” ujar Paulus. (dan/cnnindonesia.com/foto: ilustrasi/istock)

loading...