Angkasa Pura 2

Asosiasi: Larangan Impor Komponen Pesawat Hambat Bisnis Maskapai

KokpitSenin, 13 Januari 2020
IMG-2864-500x281

Bekasi (BeritaTrans.com) – Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional atau Indonesia National Air Carrier Association (INACA) meminta pemerintah untuk mengurangi larangan impor dan pembatasan (lartas) komponen impor pesawat.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan, lartas komponen impor pesawat ini menghambat bisnis maskapai secara tidak langsung. Lartas pun dinilai turut mempengaruhi harga tiket pesawat.

“Ini kan prosesnya lama, bisa satu bulan. Sehingga kegiatan operasional terganggu. Jadi secara direct enggak, tapi kalau jumlah banyak, ini proses bisnisnya jadi terhambat,” ujar Denon di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Senin (13/1).
Saat ini, 49 persen dari 10.000 komponen yang dibutuhkan dalam industri penerbangan masih dilarang dan dibatasi di dalam negeri. Denon berharap, pemerintah bisa mengurangi batasan impor komponen pesawat tersebut menjadi hanya 17 persen.

Menurut Denon, jika lartas komponen impor pesawat bisa turun hingga 17 persen, maka bisnis maskapai bisa menjadi lebih lancar. Sehingga hal ini pun secara tidak langsung turut mempengaruhi harga tiket pesawat.

“Kalau lartas turun, kan langsung lewat, enggak perlu lagi perizinan dari Kemenperin, jadi proses perizinannya lebih lancar. Kalau sekarang, baut 5-6 langsung semua mesti izin dari perindustrian satu bulan,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Ditjen Bea Cukai Kemenkeu Syarif Hidayat menjelaskan, sebenarnya setiap komponen impor pesawat itu bisa langsung dikeluarkan tanpa izin lartas. Namun harus melalui Pusat Logistik Berikat (PLB).

“Jadi barang yang disimpan di gudangnya kemudian barulah, proses perizinan bisa diproses lebih lanjut terhadap kementerian terkait. Begitu keluar perizinannya baru boleh dikeluarkan,” tambah Syarif. (Lia/sumber:kumparan)