Angkasa Pura 2

Mobil Avanza Tertemper KA Logawa di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Nganjuk

EmplasemenSenin, 13 Januari 2020
Screenshot_20200113-120849_1

NGANJUK (BeritaTrans.com) – Kecelakaan antara mobil dengan Kereta Api (KA) terjadi di perlintasan Dusun Bulakrejo, Kelurahan Warujayeng,Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Minggu (12/1/2020).

Satu unit mobil Avanza warna putih tertemper Kereta Api Logawa Relasi Purwokerto-Surabaya Gubeng di perlintasan tanpa palang pintu Kilometer 105+716.

Beruntung akibat kejadian tersebut tidak ada korban jiwa saat mobil Toyota Avanza nopol AG 1538 VX yang disopiri Adam Purwanto (57) warga Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk tertemper KA Logawa bernomor Lokomotif CC 2018326.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko menjelaskan, KA Logawa setelah tertemper mobil Toyota Avanza berhenti luar biasa di stasiun Baron untuk melakukan pengecekan sarana rangkaian dan menyerahkan laporan kejadian.

Dan KA dilakukan pengecekan ulang di Stasiun Kertosono dan dinyatakan baik.

“KA Logawa melanjutkan perjalanannya menuju ke Stasiun tujuan Surabaya Gubeng. Dan mobil Toyota Avanza yang tertemper KA sudah langsung dievakuasi ke tempat aman, kerugian materil saja,” kata Ixfan, Minggu (12/1/2020).

Atas kejadian tersebut, menurut Ixfan, pihaknya mengharapkan pengendara berperilaku disiplin dengan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada, khususnya di perlintasan KA tanpa palang pintu.

Pengendara wajib ikuti aturan yang berlaku yaitu pada saat di perlintasan KA harus berhenti di rambu tanda stop, kemudian tengok kiri-kanan.

“Apabila telah yakin aman baru bisa melintas. Disini pengendara harus dahulukan perjalanan KA,” ucap Ixfan Hendriwintoko kepada Tribunjatim.com.

Dikatakan Ixfan, palang pintu, sirine, dan penjaga perlintasan hanyalah sebagai alat bantu keamanan dan keselamatan. Ini dikarenakan lat utama keselamatan ada pada rambu-rambu lalu lintas bertanda stop.

“Rambu tanda stop itu yang sering diabaikan pengendara sehingga terjadilah temperan KA di perlintasan,” ucap Ixfan Hendriwintoko kepada Tribunjatim.com.

Sementara Panit Lantas Polsek Warujayeng Polres Nganjuk, Ipda Imran Rosyidi membenarkan kejadian kecelakaan tersebut.

Menurutnya, kejadian berawal ketika kendaraan Toyota Avanza melaju dari arah selatan ke utara.

Sesampai di perlintasan rel kereta api, ada kereta ke 1 dari arah timur ke barat dan bersamaan ada kereta ke 2 yakni Kereta Api Logawa dari arah barat ke Timur.

Karena mobil berhenti terlalu ke depan dan bemper mobil sudah di atas rel bagian selatan.

Seiring datangnya Kereta Api Logawa melaju dengan kecepatan tinggi dengan jarak yang sudah dekat, sehingga kecelakaan tidak dapat terelakkan.

“Kami lakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi serta mengumpulkan bukti-bukti. Dari hasil olah TKP sementara diindikasikan bahwa sopir Avanza lalai karena berhenti tidak mengambil jarak yang aman, bahkan sebagian badan kendaraan berada di atas rel KA. Tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam kejadian tersebut,” kata Imran.

Meski demikian, tambah Imran, peristiwa itu patut menjadi pelajaran berharga bagi pengendara kendaraan. Semuanya harus benar-benar hati-hati saat lewat di perlintasan rel kereta api yang tidak berpalang.

“Lebih baik menunggu dari pada hal yang tidak diinginkan terjadi dan membuat celaka. Jika berhenti ambil jarak yang aman dari perlintasan KA,” tutur Imran. (dan/tribunjateng.com/foto: tribunjateng)

loading...