Angkasa Pura 2

BUMN China Minat Bangun Jalur KA 180 Km di Kaltim

EmplasemenRabu, 15 Januari 2020
images.jpeg-66

SAMARINDA (BeritaTrans.com) – Proyek pembangunan rel kereta api yang sempat mandek oleh investor asal Rusia bakal kembali berjalan. Itu setelah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China yaitu China Railway Liuyuan Group (CRLG) Co menyatakan ketertarikannya berinvestasi di Kaltim dan melanjutkan proyek itu.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kaltim Abu Helmi menjelaskan, tak hanya kereta api, BUMN terbesar kedua di Negeri Tirai Bambu ini, juga tertarik berinvestasi di bidang lain, khususnya infrastruktur dan konstruksi.

Menunjukkan keseriusan, Perwakilan CRLG Co. Ltd, melakukan kunjungan ke Kantor Gubernur Kaltim, Senin (13/1/2020) kemarin. Abu Helmi memaparkan, ada beberapa proyek yang ditawarkan Pemprov Kaltim kepada perwakilan investor tersebut. Di antaranya, kereta api, jalan tol, dan bendungan. “Kereta api kami tawarkan, jalur Kubar ke Paser, dilanjutkan ke PPU hingga ke Balikpapan. Jalur kereta api tersebut sepanjang 180 kilometer,” kata Abu Helmi.

“Jalur kereta api itu dulunya memang ditangani atau rencananya dikerjakan oleh Kereta Api Borneo (KAB). Untuk itu mereka dipersilakan saling bekerja sama B to B (busines to busines). Jadi pemerintah pusat dan pemerintah daerah hanya membantu koordinasi pertemuan dan mendukung percepatan proses perizinan,” paparnya.

Pemprov juga menawarkan proyek pembangunan jalan tol Samarinda-Bontang, sepanjang sekitar 90 kilometer. Juga pada proyek pembangunan bendungan Talake di PPU. “Mereka sangat antusias berinvestasi di tiga proyek yang kami tawarkan itu. Tapi ini saya mau laporkan dulu ke Pak Gubernur, bagaimana nanti tindak lanjutnya,” jelas Abu Helmi.

Sayang, meski mengaku tertarik berinvestasi di Kaltim, tapi CRLG dikatakan Abu Helmi belum menyampaikan berapa nilai investasi yang akan digelontorkan ke proyek-proyek besar itu.

Tak cuma proyek infrastruktur, CRLG juga disebut tertarik pada proyek normalisasi Sungai Karang Mumus (SKM) di Samarinda. “Belum ada pembahasan berapa nilai investasinya. Masih mereka kaji, dan saya sudah sampaikan agar berkoordinasi dengan OPD terkait. Seperti kereta api berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kaltim, dan jalan tol berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kaltim,” pungkasnya. (Lia/sumber:korankaltim)