Angkasa Pura 2

Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Priok Launching “Si Fatimeh”

DermagaRabu, 15 Januari 2020
IMG-20200115-WA0027

JAKARTA (BeritaTrans. com) Ada layanan baru diluncurkan Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Priok. Namanya ” Si Patimeh” (Sistem Pelayanan Terpadu Insan Maritim yang Efisien dan Handal).

Si Fatimeh dilaunching pada hari Rabu (15/1/2020) di Dermaga Arung Samudera (Arsa), pelabuhan Tanjung Priok.

Launcing Fatimeh bersamaan dengan pemberian surat dan sertifikat kapal kepada kapal-kapal service boat yang melayani kebutuhan operasional kapal berlabuh di pelabuhan Tanjung Priok.

Kepala Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Priok, Capt Hermanta mengatakan dengan layanan Si Fatimeh tidak ada lagi ekslusivitas pejabat perhubungan.

“Kami sebagai pelayan masyarakat. Tidak ada lagi diding-dinding birokrasi kaku dan panjang yang harus dilalui masyarakat untuk mendapatkan layanan. Sekarang kita hadir menjemput bola, melayani masyarakat dengan pro aktif,” tutur Hermanta.

Kemhub hadir utk melayani masyarakat kecil dan nelayan. Tim terpadu hadir secara lengkap untuk melayani masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Syahbandar Pelabuhan Priok, Capt. Hermanta menyatakan pemberian sertifikat dilakukan pada kapal-kapal service boat yang beroperasi di Dermaga Arung Samudera.

“Jumlah kapal yang telah diukur dan diterbitkan gross akta 24 unit, pas besar diterbitkan untuk 24 kapal, sertifikat keselamatan untuk 24 kapal , surat persetujuan olah gerak yang diterbitkan berjumlah 24 kapal,” kata Hermanta.

Menurut Hermanta, proses pengukuran kapal dan penerbitan sertifikat keselamatan kapal dilaksanakan secara paralel mulai awal Desember 2019 sampai saat ini tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan status hukum dari kapal.

Capt. Hermanta juga mengungkapkan, pelaksana pada kegiatan ini yakni ahli ukur kapal, petugas pendaftaran kapal, marine inspector, serta petugas kesyahbandaran pada kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok.

Mantan Kepala OP Tanjung Priok ini juga mengatakan setelah memperoleh sertifikat , pengawasan dilakukan bersama-sama antara pemerintah maupun pemilik kapal.

Karena dalam pelaksanaan kegiatan operasional kapal yang paiing mengetahui adanya gangguan faktor keselamatan adalah nakhoda dan awak kapal.

Melalui kegiatan ini, Hermanta berharap, seluruh kapal serivice boat kedepan dapat tertata dengan tertib dan termonitor dengan baik, sehingga aspek keselamatan dan keamanan serta kenyamanan dapat terus ditingkatkan. (wilam)

loading...