Angkasa Pura 2

Cegah Pneumonia Misterius, Amerika Perketat Pengawasan Penumpang Pesawat dari China di 3 bandara

Bandara KokpitSaturday, 18 January 2020

WASHINGTON (BeritaTrans.com) – Amerika Serikat mulai melakukan pemeriksaan ketat terhadap penumpang pesawat dari China di tiga bandara sejak Jumat (18/1), di tengah kekhawatiran akan penyakit seperti pneumonia misterius yang disebabkan coronavirus.

“Untuk melindungi kesehatan publik Amerika selama masa darurat coronavirus, Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mulai memeriksa jalur masuk di tiga tempat,” ujar pejabat senior CDC, Martin Cetron, seperti dikutip AFP.

Cetron kemudian menjabarkan bahwa pemeriksaan itu akan dilakukan di bandara San Francisco, New York, dan Los Angeles. Ketiga bandara ini merupakan destinasi terbesar untuk penerbangan lanjutan.

images (27)

“Kami memperkirakan proses pemeriksaan dalam beberapa pekan ke depan melibatkan sekitar 500 orang,” ucap Cetron.

Dalam masa tersebut, para pelancong dari China akan diminta untuk mengisi kuesioner dan menyerahkannya ke tempat pemeriksaan suhu tubuh.

Mereka yang menunjukkan gejala terinfeksi virus corona akan dibawa ke fasilitas lainnya untuk menjalani tes kira-kira selama satu hari.

AS memutuskan untuk memperketat pengamanannya karena saat ini penyakit yang belum diketahui pasti penyebabnya itu sudah merenggut dua nyawa di China. Selain itu, virus tersebut juga sudah terbawa ke Thailand dan Jepang melalui orang yang datang dari China.

Wabah pneumonia berat ini pertama kali ditemukan di Wuhan pada Minggu (5/1), ketika 59 orang yang tinggal di dekat pasar ikan di kota itu mengalami gejala seperti pneumonia.

290px-Symptoms_of_pneumonia.svg

Dinas Kesehatan Kota Wuhan kemudian melaporkan bahwa satu warga meninggal akibat penyakit tersebut, sementara tujuh lainnya masih dalam kondisi kritis.

Sampai saat ini, belum diketahui pasti penyebab penyakit tersebut. Merujuk pada diagnosis sementara, 41 kasus pneumonia di Wuhan diduga disebabkan oleh virus corona tipe baru.

Ditemukan di Bandara Thailand

Thailand mendeteksi kasus kedua temuan virus pneumonia misterius pada seorang perempuan yang datang dari China.

Kementerian Kesehatan Thailand menyatakan bahwa perempuan berusia 74 tahun itu ditahan saat proses pemeriksaan usai mendarat di Bandara Suvarnabhumi pada 13 Januari lalu.

Perempuan itu langsung dilarikan ke rumah sakit. Setelah proses pemeriksaan, ia didiagnosis dengan pneumonia misterius akibat virus corona yang memicu kekhawatiran sejak menjangkiti puluhan orang di Wuhan, China.

Menurut keterangan Kemenkes Thailand, perempuan itu memang datang dari Wuhan. Di Wuhan sendiri penyakit tersebut sudah merenggut dua nyawa dan membuat puluhan orang lainnya dirawat.

Ini merupakan kasus kedua setelah pada 8 Januari lalu, dokter Thailand juga mendeteksi virus baru tersebut pada seorang turis dari China.

images (28)

“Namun, masyarakat tidak harus panik karena tak ada penyebaran virus di Thailand,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Thailand yang dikutip AFP, Jumat (17/1).

WHO Berkomunikasi

WHO mengonfirmasi penyebaran kasus wabah virus baru yang misterius dari China pada Senin (13/1). Virus dari keluarga yang sama dengan SARS ini dikonfirmasi sudah ada di Thailand.

WHO mengonfirmasi ada kasus pertama di Thailand dan mengungkapkan bahwa ada seseorang yang bepergian dari Wuhan, China dan dirawat di rumah sakit di negara tersebut pada 8 Januari lalu. Dia didiagnosis mengalami pneumonia ringan.

“Pengujian laboratorium kemudian mengonfirmasi bahwa corona virus baru adalah penyebabnya,” kata juru bicara WHO Tarik Jasarevic kepada AFP.

Kasus ini menandai yang pertama di luar China, di mana 41 orang dengan gejala seperti pneumonia sejauh ini telah didiagnosis dengan virus baru di pusat kota Wuhan, dengan salah satu korban meninggal Kamis lalu.

Lihat juga: Satu Orang Meninggal Akibat Pneumonia Misterius di China

Organisasi kesehatan PBB ini juga mengungkapkan bahwa menurut keterangan pejabat kesehatan Thailand, pasien tersebut sudah pulih dari penyakitnya.

Hanya saja, mereka mengklaim bahwa tak terkejut kalau virus tersebut telah menyebar sampai ke luar China.

“Kemungkinan adanya kasus yang teridentifikasi di negara lain memperkuat alasan WHO menyerukan pemantauan aktif dan kesiapsiagaan di negara lain,” tulisnya dalam sebuah pernyataan.

Lihat juga: China Yakin Pneumonia Misterius Disebabkan Virus Baru

WHO belum merekomendasikan langkah khusus untuk para wisatawan. Mereka juga belum melakukan pembatasan ke China, hanya saja mereka menekankan bahwa mereka menanggapi situasi tersebut dengan serius.

Mereka mengatakan bahwa mereka akan mengadakan pertemuan darurat terkait penyebaran virus baru yang misterius ini.

(jamin/sumber: cnnindonesia.com).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari