Angkasa Pura 2

Kapal Pesiar Butuh 16.000 Pelaut Tiap Tahun

Dermaga SDMSabtu, 18 Januari 2020
pahlawan-kapal-5e2186237cd16

YOGYAKARTA (BeritaTrans.com) – Anak muda milenial Indonesia bisa menjadi pahlawan devisa, salah satunya dengan cara menjadi kru kapal pesiar internasional. Peluang kerja kru kapal pesiar dan hotel internasional di Timur Tengah, Jepang, Taiwan dan sebagainya sangat besar. Sayangnya, belum banyak yang bisa mengisi peluang itu.

Direktur Sun Marino Indonesia, Ariyanto mengungkapkan hal itu, kemarin. Ia mengungkapkan tiap tahun dibutuhkan 16.000 kru untuk berbagai perusahaan kapal pesiar Amerika, Eropa, Asia. Belum lGI hotel internasional di Timur Tengah, Jepang, Taiwan, dan negara lainnya.

Ia menyampaikan hal itu di sela penandatanganan nota kerja sama Lembaga Pendidikan Pelatihan dan Keterampilan (LP2K) Sun Marino Indonesia dengan Koperasi Kapensi Nasional untuk membuka cabang diklat di berbagai kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sebanyak enam kota masing-masing Boyolali, Madiun, Magelang, Solo, Sukoharjo dan Semarang membuka cabang Diklat Perhotelan dan Kapal Pesiar. Perluasan Cabang Sun Marino Indonesia ke berbagai kota merupakan bagian dari komitmennya mengentaskan pengangguran dan kemiskinan.

Ariyanto yang juga dosen Pariwisata API Yogyakarta mengatakan kru kapal pesiar dan para tenaga kerja Indonesia lainnya, memiliki kontribusi besar bagi keuangan negara (devisa). Para kru atau pekerja hotel merupakan tenaga terampil yang memiliki keahlian pada berbagai bidang.

“Jangan memandang sebelah mata terhadap mereka. Mereka mulia karena memberi kontribusi besar terhadap devisa negara,”tandasnya.

Kontribusi devisa pelaut nasional mencapai Rp 16 triliun per tahun dari 78.000 pelaut yang bekerja di kapal-kapal luar negeri sedangkan kontribusi devisa para tenaga kerja wanita mencapai Rp 3,4 triliun.

Ketua Koperasi Kapensi Nasional, Dra Siti Zulaikhah berharap kerja sama antara Sun Marino Indonesia dan Koperasi Kapensi yang diwujudkan dalam pembukaan berbagai cabang diklat membawa kemanfaatan bagi masyarakat terutama dalam pengentasan kemiskinan dan pengangguran. (Lia/sumber dan foto:suara.merdeka)