Angkasa Pura 2

Angkut 35 Penumpang, Kapal SB Malinau Express IX Retak Terkena Hantaman Kayu Saat Berlayar Menuju Tarakan

DermagaSelasa, 21 Januari 2020
0212020215544

TARAKAN (BeritaTrans.com) – Petugas Marine Inspector Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) III Tarakan, Kalimantan Utara menemukan adanya retakan sepanjang 40 sentimeter di bagian bawah sebelah kanan tengah Kapal Malinau Express IX.

“Diduga dari keretakan itulah, sehingga air masuk sampai ke geladak (ruang penumpang),” kata Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli pada KSOP Kelas III Tarakan, Syahruddin, di Tarakan, Selasa.

Kapal SB Malinau Express IX dengan nakhoda Asriadi dan dua anak buah kapal (ABK) Darwin dan Abdullah, tujuan Malinau-Tarakan, Senin (20/1), mengalami kecelakaan laut.

“Berangkat dari Malinau tujuan Tarakan sekitar pukul 12.30 WITA dengan membawa penumpang sebanyak 32 orang dewasa dan tiga anak, sesuai manifest penumpang,” kata Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli pada Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan Syahruddin di Tarakan, Senin.

0212020215552

Sekitar pukul 14.30 WITA di Tanjung Tiram, Kabupaten Tana Tidung, kapal tiba-tiba terkena hantaman kayu yang timbul tenggelam.

Anak buah kapal (ABK) lantas mengecek bagian belakang, kemudian melaporkan kepada nakhoda bahwa kapal aman. Namun, tidak ada tanda-tanda keretakan atau air yang masuk ke dalam kapal.

Pada pukul 15.00 WITA saat masih dalam perjalanan menuju Tarakan, sekitar daerah Tanjung Batang, kapal mulai berat. Nakhoda curiga bahwa kapal kemasukan air.

Guna memastikan hal tersebut, kata Syahruddin, kapal dihentikan dan dilakukan pengecekan oleh ABK, didapati air masuk ke dalam kapal melalui bagian yang retak, tepatnya di bagian lambung kanan tengah.

Sekitar pukul 15.30 WITA, setelah mengetahui ada air yang masuk melalui lambung yang retak, nakhoda mengambil tindakan penyelamatan awal dengan membawa kapal ke tepi sungai dan meminta penumpang tidak panik.

Setelah itu, nakhoda langsung menghubungi agen di Tarakan melalui telepon genggam untuk dilaporkan ke KSOP Tarakan. Dia meminta agar segera mengirim
bantuan.

Pada pukul 15.35 WITA, agen mengirim kapal bantuan SB New Malinau Express yang sandar di Tarakan.

Sekitar pukul 16.00 WITA kapal bantuan SB New Malinau Expess tiba di tempat kejadian.

“Para penumpang langsung dievakuasi/diangkut menuju pelabuhan SDF Tarakan. Semua penumpang dalam kondisi baik dan selamat, tidak ada korban jiwa, luka berat atau ringan,” kata Syahruddin.

Khawatir Kayu

“Dalam keterangan nakhoda bahwa dirinya sudah mengarungi Tarakan-Malinau selama kurang lebih 10 tahun.”

Salah satu yang dikhawatirkan oleh setiap nakhoda yaitu kayu atau batang yang terkadang timbul atau tenggelam, mengingat tidak bisa memprediksi kapan kayu atau batang itu muncul.

“Untuk sementara kapal tidak dapat beroperasi dan diinstruksikan untuk segera dilakukan perbaikan, agar aspek laik laut terpenuhi baik secara fisik maupun administrasi,” katanya lagi.
Baca juga: Kapal Malinau Expres IX alami kecelakaan

Setelah perbaikan, diharapkan kapal itu dapat kembali melayari jalur Tarakan-Malinau untuk mengangkut dan melayani masyarakat yang akan bepergian dengan menggunakan transportasi laut.

Sejauh ini dari tim pemeriksa kecelakaan kapal KSOP Kelas III Tarakan belum menemukan adanya kelalaian nakhoda dalam standar profesional untuk membawa kapal, ini murni musibah yang menurut sang nakhoda di luar dari kemampuannya untuk memantau batang kayu yang timbul tenggelam sehingga dapat membahayakan kapal.

“Kami selalu berpesan kepada setiap awak kapal khususnya nakhoda agar lebih berhati-hati lagi, lebih jeli lagi terhadap benda-benda yang berada di sekeliling kapalnya yang dapat mengancam keselamatan kapal dan penumpang,” kata Syahruddin.

Dia menjelaskan bahwa dari keterangan nakhoda karena mengkhawatirkan hal-hal yang tidak diinginkan nakhoda sigap langsung ke tepi sungai untuk tindakan penyelamatan, setelah itu meminta bantuan.

Sumber dan foto: antaranews.com.