Angkasa Pura 2

Cegah Pneumonia Berat Masuk Indonesia, Kemenhub Perketat Pengawasan Bandara

Bandara KokpitSelasa, 21 Januari 2020
IMG-20200117-WA0054

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Cegah masuknya wabah Pneumonia Berat ke Indonesia, Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan perketat pengawasan di Bandara sebagai salah satu pintu gerbang.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti pemberitahuan Kementerian Kesehatan terkait penyebaran wabah Pneumonia Berat ini.

“Kami akan bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk meningkatkan pengawasan di bandara terutama terminal kedatangan Internasional untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut di Indonesia,” jelas Polana, di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Dia mengimbau operator bandara dan airlines untuk melakukan langkah-langkah yang disampaikan Kementerian Kesehatan untuk mencegah penyebaran wabah Pneumonia Berat di Indonesia.

Pertama, maskapai yang melayani penerbangan langsung maupun transit dari Tiongkok dan Hong Kong untuk segera menyampaikan dokumen kesehatan berupa Gendec dan manifes penumpang kepada petugas kesehatan di pos Kesehatan KKP terminal penerbangan internasional sesaat setelah mendarat.

Kedua, operator bandara dan pihak KKP untuk meningkatkan pengawasan di terminal kedatangan internasional utamanya bagi penumpang yang datang dari negara terjangkit dengan skinning menggunakan kamera pemindai suhu tubuh Thermal Scanner dan Surveilance Syndrome.

Ketiga, agar operator bandara meneruskan sosialisasi yang dilakukan pihak Kementerian Kesehatan kepada maskapai, ground handling, imigrasi, dan stakeholder lainnya terkait untuk mengenali secara dini gejala penyakit. Bila terdampak diharapkan segera melaporkan kepada petugas KKP.

“Keempat, pihak operator penerbangan menggunakan alat pelindung dini seperti masker untuk melindungi diri dari resiko tinggi kontak dengan penderita,” tuturnya.

Pneumonia merupakan tipe baru dari virus sindrom pernapasan akut berat atau SARS yang berasal dari Tiongkok.

Pada akhir Desember 2019 hingga awal Januari 2020, virus Pneumoni tersebar di China, setelah ditemukan pasien-pasien Pneumonia atau radang paru-paru berat yang diantaranya dalam kondisi kriris.

Wabah Pneumonia termasuk wabah misterius dan sempat memicu kekhawatiran karena terkait dengan SARS.

“Ditjen Hubud akan terus melakukan pengawasan untuk meningkatkan pelayanan terbaik kepada para pengguna tarnsportasi udara dengan tetap mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan (SELAMANYA),“ pungkas Polana. (omy)