Angkasa Pura 2

Ojol Minta Naik Tarif, Kemenhub: Dikaji Dulu

KoridorSelasa, 21 Januari 2020
IMG_20200121_181654

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mitra ojek online (ojol) minta naik tarif lagi pascaditetapkan tarif baru lima bulan terakhir.

Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat menyatakan akan mengkaji terlebih dahulu, apakah akan naik, turun, atau tetap tarifnya.

“Kami akan memanggil dan mendengarkan masukan dari semua stakeholder ojol sebelum memutuskan apakah tarifnya akan dinaikkan, diturunkan atau tidak mengalami perubahan,” tegas Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ahmad Yani di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Menurut Yani mitra ojol menuntut kenaikan tarif karena adanya kenaikan beberapa komponen biaya seperti kenaikan iuran BPJS dan kenaikan upah minimum regional (UMR).

“Mereka menuntut kenaikan tarif karena ada kenaikan beberapa komponen. Tapi berapa persen kenaikan tarif yang mereka minta, tidak disampaikan, yang penting naik,” ujarnya.

Kemenhub juga akan mendengarkan masukan dari YLKI sebagai wakil masyarakat pengguna jasa sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.

Setelah mendapatkan masukan dari semua pihak dan dilakukan penghitungan maka akan ditetapkan tarif akan dinaikan, diturunkan atau tetap.

Keputusannya ditargetkan pekan depan sudah dapat diumumkan,” imbuh dia didampingi Kepala Humas Ditjen Hubdat Pitra Setiawan.

Adapun komponen lainnya yang dijadikan alasan minta kenaikan tarif ojol antara lain
Penyusutan kendaraan, Bunga modal, kendaraan, Biaya pengemudi (penghasilan, biaya jaket, helm, dan penumpang, dan sepatu), Asuransi (kendaraan, pengemudi, dan penumpang), Pajak kendaraan, Pajak BBM, dan Ban.

Selain itu Pemeliharaan dan perbaikan (biaya aki, Service kecil dan besar, biaya pemeliharaan body, penggantian suku cadang, overhaul mesin, dan biaya penyusutan tlp celuler, biaya pulsa). (omy)

loading...