Angkasa Pura 2

Tujuh Fakta Tol Cisumdawu, Tol Terindah di Indonesia

KoridorSelasa, 21 Januari 2020
2020_01_20-09_09_08_2140bb9edb7f45587e75095243191121_960x640_thumb

Tol Cisumdawu berada di cekungan yang dikelilingi tiga gunung vulkanik, yakni Gunung Tampomas, Manglayang, dan Patuha

Beritatrans.com – Pembangunan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) ditargetkan rampung akhir tahun ini. Jalan tol yang akan mempercepat akses ke Bandara Internasional Jawa Barat (Kertajati) dan Pelabuhan Patimban ini akan menjadi tol terindah di Indonesia.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Danang Parikesit, mengatakan jalan tol sepanjang 60,84 km tersebut konstruksinya melintasi perbukitan. Tol Cisumdawu berada di cekungan yang dikelilingi tiga gunung vulkanik, yakni Gunung Tampomas, Manglayang, dan Patuha.

Proyek ini juga merupakan tol pertama dengan dua terowongan yang dibuat menembus bukit sepanjang 472 meter. Seperti dilansir Bisnis.com, di atas terowongan akan ditambahkan ornamen flora sehingga menambah keindahan jalan tol tersebut.

Berikut ini tujuh fakta mengenai Tol Cisumdawu yang kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Proyek Strategis Nasional (PSN) didanai pinjaman pemerintah Tiongkok dan BUJT

Tol Cisumdawu yang terdiri atas enam seksi ini memiliki beberapa sumber pendanaan, yakni dari pinjaman pemerintah Tiongkok sebagai bagian dari viability gap fund (VGF) dan investasi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Citra Karya Jabar Tol. Dana APBN dan pinjaman dari pemerintah Tiongkok akan digunakan untuk membangun seksi I dan II dengan nilai total Rp 6,6 triliun. Seksi III hingga seksi VI akan dibiayai BUJT dengan investasi Rp 8,1 triliun.

Seksi I Cileunyi-Rancakalong sepanjang 11,45 km dan seksi II Rancakalong-Sumedang sepanjang 23,4 km. Sementara itu, seksi III Sumedang-Cimalaka 4,5 km, seksi IV Cimalaka-Legok 8,2 km, seksi V Legok-Ujung Jaya sepanjang 14,9 km, dan seksi VI Ujung Jaya sepanjang 4,23 km.

2. Mempersingkat waktu tempuh Bandung-Bandara Kertajati jadi 45 menit.

Proyek tol Cisumdawu akan mempersingkat jarak tempuh dari Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat (Kertajati) di Majalengka menjadi 45 menit hingga maksimal satu jam. Sebelumnya, perlu waktu sekitar 3,5 jam untuk menghubungkan kedua kota tersebut.

“Tidak perlu memutar lagi untuk sampai ke Bandara Kertajati,” kata Kasatker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, Yusrizal Kurniawan, seperti dikutip Liputan6.com, Kamis (5/9/2019).

Hal ini akan memperlancar akses masyarakat dari Bandung ke Kertajati dan sebaliknya. Seperti diketahui, Bandara Internasional Jawa Barat itu menjadi hub untuk penerbangan haji, umrah, dan pusat penerbangan domestik untuk rute ke luar Pulau Jawa.

Adapun Bandara Husein Sastranegara di Bandung akan melayani pesawat baling-baling karena landasannya pendek, cekung, dan berada di kawasan padat penduduk.

3. Terowongan kembar dengan teknologi anti-longsor

Proyek tol ini memiliki dua struktur terowongan kembar sepanjang 472 meter dan lebar 15 meter. Terowongan tersebut dibangun oleh kontraktor asal Tiongkok, Metallurgy Corporation of China (MCC) yang memberikan transfer teknologi kepada insinyur dan tenaga konstruksi Indonesia.

Terowongan dibangun di lahan yang rawan longsor sehingga digunakan teknologi New Austrian Tunneling Method (NATM). Seperti dilansir Kompas.com, sistem rekayasa terowongan ini memaksimalkan resistensi yang melekat di tanah dan kapasitas dukungannya. NATM memungkinkan deformasi massa batuan sebelum menstabilkan terowongan sehingga mengurangi jumlah bahan pendukung tambahan.

Terowongan ditutup dengan lapisan beton yang disemprotkan (shotcrete) agar meningkatkan kohesi internal massa batuan, memperkuat galian pendukung, dan bertindak sebagai lapisan sementara maupun lapisan akhir. Pembangunan terowongan menelan dana Rp 890 miliar dalam waktu 1,5 tahun.

4. Memiliki tujuh simpang susun Tol Cisumdawu memiliki tujuh simpang susun. Ketujuh simpang susun (SS) tersebut adalah Junction Cileunyi, SS Rancakalong, SS Sumedang, SS Cimalaka, SS Legok, SS Ujung Jaya, dan Junction Dawuan.

5. Terkendala pembebasan lahan

Masalah pembebasan lahan menjadi masalah klasik yang kerap dihadapi dalam pembangunan infrastruktur, termasuk untuk proyek Tol Cisumdawu. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pembebasan tanah untuk proyek tersebut mencapai 70%. “Ada 30% yang belum. Kami sudah sepakat dengan menteri, penyelesaiannya ada di bupati dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN),” ujar Luhut, Senin (6/1).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembebasan lahan yang agak lambat ada di seksi IV dan V. “Kami harapkan pada Desember 2020, seksi I, II, III, dan VI selesai. Untuk seksi IV dan V kami gunakan jalan kabupaten, provinsi atau jalan negara yang menghubungkannya,” kata Budi.

6. Pemerintah ambil alih pengerjaan konstruksi dari kontraktor Tiongkok

Pemerintah mengambil alih sebagian porsi pengerjaan proyek Tol Cisumdawu dari kontraktor Tiongkok karena pengerjaannya dinilai lambat. Semula porsi kontraktor Tiongkok mencapai 65% dan Indonesia 35%.

“Saat ini pengerjaannya telah menjadi 45% oleh kontraktor asal Tiongkok dan 55% oleh Kementerian PUPR,” ujar Danang dalam siaran pers, Minggu (19/1), seperti dikutip Okezone.com. Porsi yang diambil alih adalah sebagian dari pembangunan seksi II Rancakalong-Sumedang.

7. Seksi I-III beroperasi layani arus mudik Lebaran 2020 Kementerian PUPR menargetkan seksi I-III Tol Cisumdawu sepanjang 33 km dapat difungsikan untuk melayani arus mudik Lebaran 2020. Menurut Danang, pada Lebaran 2019 lalu jalan tol ini sudah dibuka tetapi hanya sampai di Terowongan Rancakalong. (ny/Sumber: Katadata.co.id)

loading...