Angkasa Pura 2

Cek Kejadian Bus DAMRI Terguling di Tol Arah Bandara Soetta, Kemenhub Kirim Tim

KoridorKamis, 23 Januari 2020
IMG-20200123-WA0006

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan mengirim tim untuk mengecek musibah kejadian bus DAMRI terguling di Tol arah Bandara Soekarno-Hatta pagi tadi (23/1/2020).

“Saya sudah kirimkan tim apa kejadiannya dan sekarang lagi didalami permasalahannya apa, itu kan produknya JAC (Jakarta Airport Connexion), jadi BPTJ ikut tanggung jawab terhadap itu,” ungkap Kepala BPTJ Bambang Prihantoro di Jakarta.

Kata dia, pihaknya tengah berkoordinasi dengan DAMRI untuk penyelesaian masalah tersebut.

“Kita sampaikan permohonan maaf kepada keluarga penumpang, cara seperti apa itu, nanti supaya orang nyamankan. Sekarang kenyamanan kan jadi penting, kalau orang engga nyaman orang enggak mau pindah, kalau kita peduli perencanaan transportasi ke depan bukan bangun infrastrukturnya, bukan mengadakan busnya tetapi manusianya,” urainya.

Kalau bicara manusianya bicara aksesibilitas, bicara kenyamanan, dan masalah keselamatan bicara sustanibilitas dampak ekonomi serta dampak sosial.

“Makanya bicara transportasi ke depan bukan hanya insinyur tapi multi disipliner, karena ada dampak sosialnya dampak ekonominya,” ujar dia.

Saat ditanya terkait kelebihan jam kerja, Bambang tidak menjawab. Dia menyebutkan bahwa nanti dikembangkan dahulu.

“Sebenarnya mereka sudah ada aturannya, bahkan sekarang ada tiga shift, ya mestinya tidak ada masalah, tapi ini pelajaran untuk kita karena ini di dalam kota, apalagi kalau yang di luar kota, kasihan,” tuturnya.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi secara terpisah menyatakan bahwa idealnya DAMRI sebagai operator menerapkan Sistem Manajeman Keselamatan (SMK).

“DAMRI juga diimbau untuk menyediakan area istirahat yang cukup dan nyaman bagi pengemudi,” ungkapnya. (omy)