Angkasa Pura 2

Pengemudi Diduga Ngantuk, Bus DAMRI Bandara dengan 48 Penumpang Terguling

Aksi Polisi KoridorKamis, 23 Januari 2020
0232020114336

IMG_20200123_114452

IMG_20200123_114654

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Bus DAMRI bernomor polisi B 7509 PD dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta mengalami kecelakaan di KM 21 tol arah Bandara, Kamis (23/1) pukul 05.27 WIB.

Kepala Induk 1 Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Bambang Krishady mengatakan insiden itu terjadi karena sopir bus DAMRI berinisial RA (28) mengantuk.

“Keterangan awal dari sopir, mengantuk,” kata dia, saat dikonfirmasi, Kamis (23/1).

Bambang menuturkan saat ini sopir itu masih menjalani pemeriksaan. Pihaknya juga memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti.

Beberapa barang bukti juga telah diamankan, yakni SIM milik RA, STNK, serta satu unit bus DAMRI.

“Sopir masih diperiksa,” ujar Bambang.

Dugaan sopir mengantu dibenarkan oleh pihak Jasa Marga selaku operator Tol Sedyatmo.

Manager Area Jasamarga Tollroad Agus Pramono mengatakan bus berpenumpang 48 orang itu menabrak pembatas jalan antara jalur atas dan bawah, serta menabrak rambu petunjuk arah yang terdapat di rambu kupu-kupu.

Kendaraan itu kemudian terbalik dalam posisi miring dan menutup jalur bawah.

“Pengemudi mengantuk, sehingga kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan serta tiang rambu kupu-kupu,” kata Agus Pramono dalam keterangan tertulisnya.

Petugas Jasa Marga, kata dia, segera melakukan evakuasi kendaraan itu dan pengaturan lalulintas di sekitar lokasi kejadian.

“Pukul 08.00 WIB lajur 1 dan 2 dapat dilintasi. Saat ini lajur atas dan bawah kembali normal. Evakuasi dilakukan dengan menggunakaan kendaraan derek sebanyak dua unit dan dua kendaraan crane berkapasitas 10 ton dan 25 ton,” tuturnya.

Jasa Marga Regional Jabodetabek Jabar Division Head, Reza Febriano, mengatakan, berdasarkan data 2019, 87,14 persen kasus kecelakaan di Jalan Tol Jasa Marga, khususnya Ruas Jalan tol Dalam Kota dan Sedyatmo, disebabkan karena kelalaian pengemudi.

“Hal ini berdampak fatal bukan hanya untuk pengemudi itu sendiri namun juga merugikan pengguna jalan lainnya,” ucapnya.

Sebelumnya General Manager Perum DAMRI Cabang Bandara Soekarno Hatta, Sumijan, mengemukakan bus yang dikendarai oleh pengemudi Rindo Arisoma terguling pada KM 21+000.

“Kami tengah berkoordinasi dengah pihak kepolisian setempat untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan ini,” tuturnya.

(dien/sumber: cnnindonesia.com/foto: Twitter @TMCPoldaMetro).

loading...