Angkasa Pura 2

Cegah Tertular Corona, Seluruh Petugas Frontliner Bandara Husein Kenakan Masker

BandaraSabtu, 25 Januari 2020
IMG-20200125-WA0042

IMG-20200125-WA0047

IMG-20200125-WA0041

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Seluruh petugas frontliner Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, mengenakan masker.

“Pemakaian masker ini untuk mengantisipasi sekaligus mencegah tertular virus corona,” ungkap
General Manager Bandara Husein Sastranegara, PT Angkasa Pura II, Andika Nuryaman.

Kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Sabtu (25/1/2020), dia menuturkan pemakain masker itu disebabkan bandara tersebut melayani kedatangan dan keberangkatan penumpang dari rute penerbangan internasional menuju Singapura dan Kualalumpur Malaysia.

0252020213158

IMG-20200125-WA0043

Selain pemakaian masker, dia menjelaskan Bandara Husein juga bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk menyiapkan alat Thermal Scanner atau pemindai suhu tubuh untuk mengantisipasi masuknya virus corona atau Novel Coronavirus (nCov). “Alat itu berfungsi untuk mengetahui suhu tubuh. Kalau di atas 38,5 derajat Celcius, kita warning,” cetusnya.

Alat tersebut dipasang di terminal internasional. Bagi penumpang yang didapati suhu tubuhnya di atas 38,5 derajat diminta untuk masuk ke ruang isolasi yang sudah disediakan. Di ruang tersebut petugas KKP akan melakukan pemeriksaan pada penumpang yang bersangkutan. “Di isolasi itu kita deteksi, kita pastikan tidak terjangkit atau membawa penyakit,” kata dia.

Jika diduga terjangkit virus Corona, penumpang tersebut akan dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjut di Rumah Sakti dr Hasan Sadikin (RSHS), Bandung. “Kalau terjangkit dibawa ke RSHS,” kata Andika.

Andika mengatakan, alat Thermal Scanner tersebut sudah terpasang lama di Bandara Husein Sastranegara. Sejak kasus penyakit pernafasan yang disebabkan virus Corona dilaporkan muncul, belum ada penumpang pesawat yang datang melalui Bandara Husein Sastranegara terpaksa di isolasi. “Sampai sekarang gak ada,” kata dia.

Andika mengatakan, Bandara Husein Sastranegara setiap harinya melayani rata-rata 3.500 penumpang yang datang dan berangkat dari bandara untuk rute domestik dan internasional. “Untuk penumpang rute internasional itu 1.000-an orang per hari,” kata dia.

Andika mengatakan, ada dua maskapai yang melayani tiga penerbangan rutin menuju Singapura dan Kualalumpur setiap harinya yakni Silk Air dan Air Asia Indonesia. “Sementara ini load-factor penerbangan menuju Singapura dan Kualalumpur itu rata-rata 80 persen,” kata dia.

Menjelang perayaan Imlek pada 25 Januari 2020 nanti, diperkirakan jumlahnya akan meningkat. “Prediksinya naik, tapi gak besar. Tapi ada kenaikan,” kata Andika.

Pada 21 Januari, ada lebih dari 200 kasus yang dikonfirmasi dari pasien di Cina dan di tempat lain dengan jenis baru virus Corona. Gejala mereka termasuk demam, batuk dan kesulitan bernafas. Dari 198 pasien di Wuhan sendiri, empat telah meninggal.

Otoritas kesehatan nasional dan lokal di Cina juga telah melaporkan 21 pasien di luar Wuhan, termasuk lima di Beijing dan dua di Shanghai, menandai contoh pertama dari penyebaran virus ke bagian lain negara itu. (awe).