Angkasa Pura 2

Pembangunan Kereta Api Aceh Masih Terkendala Pembebasan Lahan

Ekonomi & Bisnis EmplasemenSabtu, 25 Januari 2020
haerdee

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, sampaikan harapan dan beberapa kendala terkait pembangunan kereta api Aceh – Besitang, Langkat, Sumatera Utara diusulkan masuk dalam Proyek Stategis Nasional (PSN),  dalam pertemuannya dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kementerian Perhubungan Jakarta, Jumat (24/1/2020).

Sebab masih terdapat beberapa kendala antara lain belum tersedianya anggaran pembebasan tanah untuk segmen 2 lintas Sungai Liput – Langsa.

Pertemuan juga dihadiri Anggota Komisi V DPR RI asal Aceh, H Ruslan MDaud atau HRD.

“Kita mengharapkan dukungan Menteri Perhubungan terkait pengusulan PSN tersebut, serta dukungan dari Komisi V DPR RI khususnya mereka dari Dapil Aceh,” kata Nova Iriansyah.

Nova juga ingin memastikan tersedianya dana untuk pembebasan lahan Sungai Liput tahun anggaran 2020, sehingga proses pembangunan perkeretaapian Trans Sumatera Wilayah Aceh tersebut berjalan lancar.

Pengerjaan proyek pembangunan jalur rel kereta api Trans Sumatera, segmen 1 Besitang, Kabupaten Langkat Sumatera Utara sampai kawasan Sungai Liput Kabupaten Aceh Tamiang, dilaporkan hampir selesai. Pembangunan tahap pertama sepanjang 35 kilometer dimulai tahun 2017 itu akan selesai tahun ini.

Pada pembangunan tahap pertama ini, Nova menyampaikan ada kendala pembebasan lahan, di luar rute lama milik PT. Kereta Api Indonesia. Kendala itu dikhawatirkan juga akan terjadi pada pembangunan segmen 2 lanjutan jalur menuju ke Kota Langsa.

Untuk mengantisipasi itu, Plt Gubernur telah menyurati Presiden agar pembangunan jalur kereta api tersebut masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Saat ini Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Kerja I Provinsi Aceh dan Wilayah Kerja II Provinsi Sumatera Utara sebagai instansi wilayah kerja pembangunan tengah menunggu Keputusan Presiden (Keppres) tersebut.

“Semua persyaratan teknis yang dibutuhkan agar pembangunan kereta api ini bisa masuk ke PSN sudah disiapkan dan diantarkan ke Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP),” kata Nova.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan secara prinsip, pihaknya tengah melakukan persiapan pelaksanaan pembangunan kereta api tersebut.

Selain itu, kata Menteri Budi Karya, terkait anggaran pembangunan tahap 2 segmen Lintas Sungai Liput -Langsa juga telah tersedia. Pembangunan segmen 2 yaitu sepanjang 45 Km spur. Rencana pelaksanaan dengan pembiayaan Tahun Anggaran Multiyears 2020 – 2022 dengan rencana pagu anggaran Rp 2,8 triliun. Sementara lahan yang perlu pembebasan yaitu sepanjang 42 km.

Anggaran pembangunan tahap 2 ini lebih besar dari kontrak multi years tahun 2017 – 2020 yang pagu anggarannya 1,3 triliun. Pada tahap pertama pembangunan spur dilakukan sepanjang 34 kilometer. Hanya saja, pembangunan tahap 1 dengan status lahan menggunakan jalur eksisting (bekas lahan PT KAI) kecuali pada seksi Sungai Liput masih harus dibebaskan sepanjang 3 kilometer lagi.

Anggota DPR RI Komisi V, Ruslan Daud, yang juga ikut pada pertemuan itu, mengatakan pertemuan dengan Menteri Budi Karya merupakan langkah konkrit agar pembangunan kereta api lanjutan segmen 2 tersebut dapat segera terealisasi serta masuk sebagai salah satu PSN.

“Pertemuan dengan Bapak Menteri hari ini merupakan upaya untuk mempercepat pembangunan kereta api di Aceh sehingga dapat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat secepat mungkin,” ujar Ruslan. (fahmi/sumber:serambinews)

loading...