Angkasa Pura 2

Politisi PDIP Harun Masiku Buronan KPK Terekam CCTV Tiba di Terminal 2F Bandara Soetta

BandaraSunday, 26 January 2020

Bekasi (BeritaTrans.com) – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku yang kini menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terekam CCTV saat tiba di Indonesia.

Dalam rekaman CCTV yang beredar di media sosial, Harun Masiku tiba dari Singapura melalui Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.

Harun Masiku mengenakan kaus berwarna biru lengan panjang.

Ia membawa sebuah komputer jinjing dan berjalan ke arah terminal kedatangan.

Melansir YouTube Kompas TV, Minggu (26/1/2020), rekaman tersebut berada di terminal 2F, Selasa (7/1/2020) pukul 17.15 WIB.

Terminal 2F adalah terminal yang digunakan oleh maskapai penerbangan Batik Air.

Harun Masiku diketahui kembali ke Indonesia menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 7156.

Ia menumpangi pesawat dengan nomor registrasi PK-LAW yang terbang dari Singapura pukul 16.35 waktu Singapura, dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta pada pukul 17.04 WIB.

Harun Masiku duduk di kelas Eksekutif dengan nomor kursi 3C.

Harun Masiku Dipastikan Berada di Indonesia

cctv-harun-masiku-di-soetta
Buronan KPK Harun Masiku terekam CCTV di Bandara Internasional Bandara Soekarno Hatta (youtube Kompas TV)

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Imigrasi memastikan Harun Masiku telah kembali ke Indonesia.

Direktur Jenderal Imigrasi, Ronny Sompie mengatakan, Harun Masiku telah kembali dari Singapura pada Selasa (7/1/2020) lalu.

Menurutnya, Harun Masiku tiba di Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan menggunakan pesawat Batik Air.

“Saya sudah menerima informasi berdasarkan pendalaman di sistem termasuk data melalui IT yang dimiliki stakeholder terkait di Bandara Soekarna-Hatta, HM telah melintas masuk kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik pada 7 Januari 2020,” kata Ronny, dikutip dari Kompas.com, Rabu (22/1/2020).

Ronny menyebut, informasi kepulangan dari Harun Masiku tersebut terlambat diketahui.

Ada kelambatan dalam proses data perlintasan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, tempat Harun tiba di Indonesia.

Sehingga, Ronny telah memerintahkan pihak imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta untuk memeriksa keterlambatan data tersebut.

“Saya telah memerintahkan kepada Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soetta dan Direktur Sistem Informasi dan Teknologi Keimigrasan Ditjen Imigrasi, untuk melakukan pendalaman terhadap adanya delay time dalam pemrosesan data perlintasan di Terminal 2F Bandara Soetta, ketika HM melintas masuk,” ungkap Ronny.

Selanjutnya, Ronny memastikan, Harun Masiku berada di Indonesia.

Ditjen Imigrasi sudah mencegah Harun berpergian ke luar negeri sejak 7 Januari 2020 atas permintaan KPK.

“Hal tersebut telah terhubung ke seluruh Kantor Imigrasi dan Tempat Pemeriksaan Imigrasi di seluruh Indonesia melalui sistem yang tergelar, dan menjadi tulang punggung Ditjen Imigrasi dalam melakukan pengawasan dan pelayanan keimigrasian,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham, Arvin Gumilang menyebut, Harun Masiku telah terbang ke Singapura pada Senin (6/1/2020), dua hari sebelum KPK OTT Wahyu Setiawan.

“Iya tercatat dalam data perlintasan keluar Indonesia pada 6 Januari,” kata Arvin kepada wartawan, Senin (13/1/2020), dikutip dari Kompas.com.

Menurutnya, Harun Masiku tercatat meninggalkan Indonesia ke Singapura melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Namun, sampai Senin (13/1/2020), Ditjen Imigrasi belum mencatat kembalinya Harun ke Indonesia.

Kesaksian Istri Harun Masiku

Istri Harun Masiku, H mengatakan, Harun Masiku sudah pulang dari Singapura.

Menurutnya, Harun Masiku sudah tiba di Jakarta dari Singapura, pada Selasa (7/1/2020) lalu.

“Tanggal 7 Januari tengah malam dia sempat kasih kabar sudah tiba di Jakarta dari Singapura,” kata H, dikutip dari TribunGowa.com, Selasa (21/1/2020).
H yang tinggal di Kabupaten Gowa itu, mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan Harun Masiku sejak 7 Januari 2020 lalu.

“Sudah tidak ada kabar sampai sekarang,” kata dia.

Dirinya kaget saat mendengar kabar bahwa sang suami menjadi tersangka kasus suap.

Ia mengungkapkan, Harun Masiku selama ini tak menyampaikan soal pekerjaan pada dirinya.

H juga mengaku tidak menyembunyikan Harun Masiku di rumahnya.

“Dia tidak lagi pernah ke sini. Apalagi dengan adanya masalah ini, kami tidak mungkin menyembunyikan. Karena ini adalah masalah besar,” ungkapnya.

Terakhir kali H bertemu Harun Masiku pada tahun baru 2020 di Kota Makassar.

(Lia/sumber:Tribunnews)