Angkasa Pura 2

Dikunjungi FAA, Kemenhub Sampaikan Komitmen Patuhi Aturan Penerbangan Internasional

Bandara KokpitSenin, 27 Januari 2020
IMG-20200127-WA0014

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dikunjungi Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat untuk asistensi, Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara sampaikan komitmen Indonesia dalam mematuhi aturan penerbangan internasional.

Menurut Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Dadun Kohar, kedatangan mereka untuk asistensi dalam upaya mempertahankan perolehan Status Safety Rating Ketegori I yang diberikan kepada Indonesia, berdasarkan hasil audit International Aviation Safety Assesment (IASA) pada Februari 2016.

Kegiatan dihadiri William H. Amos selaku Inspektur Kelaikudaraan FAA dan Trent Bigler selaku Inspektur Operasi FAA.

“Kerja sama antara Indonesia dengan Federal Aviation Administration (FAA) sangat penting untuk memastikan penerbangan di Indonesia memenuhi standar penerbangan dunia,” tutur Dadun di Jakarta, Senin (27/1/2020).

Dari kerja sama tersebut, pihaknya dapat memastikan bahwa Indonesia selalu berupaya memenuhi standar penerbangan internasional yang terus berkembang.

“Hal ini juga dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas penerbangan sipil Indonesia, serta untuk mempertahankan perolehan Safety Rating Indonesia,” ungkapnya.

Secara umum FAA memiliki program audit yang disebut dengan International Aviation Safety Assessment (IASA), dimana program IASA sangat berpengaruh dengan citra penerbangan sipil suatu negara.

Audit IASA dilakukan untuk menentukan safety rating suatu negara melalui standar keselamatan penerbangan sipil berdasarkan standar Internastional Civil Aviation Organization (ICAO).

“Kunjungan ini merupakan pertemuan rutin yang dilakukan setelah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Technical Assistance yang dilakukan pada tahun 2017,” imbuh dia.

Kunjungan itu juga merupakan pertemuan ke 5 dari kunjungan rutin yang dilakukan untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 18-22 November 2019.

Agenda pembahasan dalam pertemuan ini ialah persiapan Corrective Action Plan (CAP) ICAO, pengembangan proses sertifikasi dan otorisasi pada operator, pelatihan program analisis penerbangan, serta asistensi terhadap sertifikasi dan inspeksi.

“Diharapkan, melalui pertemuan yang dilakukan, Indonesia dapat terus meningkatkan kualitas penerbangan sipil Indonesia, khususnya keselamatan penerbangan, serta dapat tetap mempertahankan perolehan Safety Rating,” kata Dadun. (omy)

loading...