Angkasa Pura 2

Kadin DKI: Perubahan Bebas Bea Masuk Impor Via E-Commerce Lindungi Industri Nasional

DermagaSenin, 27 Januari 2020
20190520_141301-300x300-800x600

JAKARTA (BeritaTrans.com)- Kadin DKI Jakarta mendukung penuh adanya perubahan nilai pembebasan (de minimis) bea masuk bagi impor barang kiriman lewat e-commerce dari sebelumnya 75 dollar menjadi 3 dollar.

Wakil Ketum Bidang Tranaportasi, Logistik dan Kepelabuhanan Kadin DKI Jakarta , Widijanto, Senin (27/1/2020) mengatakan pertumbuhan kegiatan e- commerce terus meningkat tercatat 49,6 juta paket tahun 2019.

“Ini menunjukkan bahwa selama ini impor barang kiriman lewat e-commerce menjadi bisnis menggiurkan, apalagi tanpa bayar bea masuk untuk nilai US$ 75 ke bawah. Kegiatan ini juga memukul pertumbuhan industri dalam negeri,” tambah Widijanto.

Perubahan aturan impor barang kiriman lewat e-commerce ini diatur pada Peraturan Menkeu No 199/PMK.010/2019Tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai dan Pajak atas Impor Barang Kiriman. Regulasi ini akan diberlakukan akhir Januari 2020.

Dalam aturan baru ini intinya barang impor lewat e-comnerce yang dibebaskan bea masuk hanya US$3. Sementara pungutan pajak impor diberlakukan normal.

Pemerintah juga membuat rasionalisasi tarif. Semula
27,5%-37,5% meliputi bea masuk 7,5%, PPN 10% , PPh10% dengan NPWP atau PPh 20% tanpa NPWP. Sekarang total hanya 17,5% meliputi Bea Masuk 7,5%, PPN
10% dan PPh 0%.

Dia mengatakan kebijakan tersebut selain menambah pemasukan negara dari bea masuk juga melindungi usaha kecil di dalam negeri dari serbuan barang impor.

Widijanto juga sangat setuju dengan sikap pemerintah melindungi produk tas, sepatu dan tekstil dalam negeri dari serbuan barang produk Cina.

Khusus untuk tiga jenis produk tersebut tetap dikenakan deminimis untuk bea masuk sampai US$3 selebihnya dikenakan tarif normal atau Most Favourable Nation (MFN) yaitu bea masuk untuk tas 15%-20%, sepatu 25-30% dan produk tekstil 15-25%. Sementata PPN 10% dan PPh 7,5-10%. (wilam)