Angkasa Pura 2

Aktivitas Bongkar Muat di Pelabuhan Calang Kembali Berjalan

DermagaSelasa, 28 Januari 2020
WhatsApp-Image-2020-01-26-at-16.18.47-681x475.jpeg

Calang (BeritaTrans.com) – Tiang pancang milik PLTU Nagan Raya, Aceh, yang diangkut kapal MV TRI FRIEND/2001 berbendera Panama yang datang dari Pelabuhan Fuzhou China, mulai dibongkar di Pelabuhan Calang sejak Sabtu malam (25/1/2020).

Kapal berukuran 7141 GT tersebut mulai mendarat di Pelabuhan Calang, Aceh Jaya, pada Jum’at dinihari (24/1/2020) pukul 04.00 WIB. Pembongkaran tiang pancang sempat mengalami kendala karena ada pihak-pihak yang mencoba menghalangi kegiatan tersebut.

“Tiba di pelabuhan kita (Calang) pada Jum’at dini hari menjelang subuh. Setelah melewati berbagai tahapan proses, termasuk pemeriksaan bea cukai dan imigrasi serta petugas syahbandar, kini sudah mulai dibongkar tiang pancangnya,” kata Azwana Amru Harahap, selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pelabuhan Calang kepada sejumlah wartawan di Pelabuhan Calang, Sabtu malam (25/1/2020).

Amru menjelaskan, kapal pengangkut tiang pancang tersebut merupakan kapal ke empat. Proses pembongkarang muatan kapal diperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar dua minggu.

“Kalau cuacanya bagus, normalnya hanya butuh sekitar dua minggu untuk proses bongkar muat tiang pancang ini,” ungkap Amru.

Sementara itu, lanjutnya, terkait siapa yang akan mengerjakan bongkar tiang pancang, sepenuhnya wewenang pihak PT IOT selaku pemilik barang dan pihak Syahbandar tidak dapat mengintervensinya.

“Terkait bongkar muat itu sepenuhnya hak IOT. Mereka berhak menunjuk siapa saja yang menurut mereka nyaman untuk bekerja, dan tugas kami hanya memfasilitasi,” ungkap Amru.

Namun demikian, tambah Amru, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan pihak PT IOT terkait pekerja bongkar muat tiang pancang supaya dapat dikerjakan secara profesional dan adil agar tidak ada gejolak di tengah masyarakat.

“Dua hari sebelum kapal mendarat kami sudah duduk dengan pihak IOT, dan kami minta tolong kalau bisa dibagi pekerjaannya. Ya karena hanya sebatas itu yang bisa dibantu pihak Syahbandar,” ujar Amru.

Namun, jelasnya, pihak PT IOT mengatakan, selama ini pihaknya sudah sangat adil dan sudah melakukan pembagian pekerjaan.

“Kemarin yang terakhir kan kita sudah kasih ke pihak PT. Tuah Akfi Utama. Kali ini kita kasih ke yang lain lagi (PT. Buana Putra Lestari), biar semua mendapat bagian,” kata Amru, mengulangi perkataan pihak IOT.

Sementara itu, pihak Syahbandar sangat berharap kepada semua pihak yang terlibat untuk saling menjaga ketertiban dan keamanan. Jika ada yang merasa dirugikan bisa menempuh jalur hukum atau musyawarah.

“Saya yakin jika musyawarah tidak ada titik temu jalur hukumlah solusi satu-satunya,” pungkas Amru.

Massa Fortil Bubar dari Pelabuhan Calang

Pantauan Waspadaaceh.com di lokasi, sebelumnya ada puluhan massa yang mengaku dari Forum Tiga Wilayah (Fortil) Kabupaten Nagan Raya, Aceh Barat dan Aceh Jaya, melakukan aksi sejak hari Jumat (24/1/2020) di pintu gerbang pelabuhan Calang.

Mereka menuntut agar Perusahaan Bongkar Muat (PBM) Pelabuhan, terkait pembongkaran tiang pancang untuk pembangunan PLTU 3 – 4 Nagan Raya, diberikan kepada Fortil.

Selama aksi berlangsung, massa mendapat pengamana dari pihak TNI dan Polri dan telah dilakukan beberapa kali mediasi dengan pihak terkait.

Pada Minggu (26/1/2020) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, massa tersebut membubarkan diri. (Lia/sumber dan foto:waspadaaceh)

loading...