Angkasa Pura 2

Layani 8.000 Truk Tiap Bulan, Jembatan Timbang Sarang Tersibuk di Indonesia

KoridorSelasa, 28 Januari 2020
jembatan-timbang-sarang-5e2fca2030037

REMBANG (BeritaTrans.com) – Jembatan Timbang atau Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Sarang, menjadi yang tersibuk dan teramai di Indonesia. Pasalnya, dalam satu bulan rata-rata kendaraan yang masuk timbangan adalah 6.000-8.000 unit.

Dari jumlah tersebut 2.000 kendaraan di antaranya terpaksa ditindak dan ditilang lantaran mengalami over muatan atau dimensi. Para sopir harus menjalani persidangan di Pengadilan dengan denda rata-rata Rp 150 ribu-Rp 200 ribu.

Staf Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah X Jateng-DIY, Karsi saat tinjauan di Sarang menyatakan, saat ini ada 17 jembatan timbang di Jateng-DIY yang diserahkan ke Kementerian Perhubungan. Dari jumlah itu, hanya 10 unit yang aktif sampai sekarang.

Sepuluh unit jembatan timbang yang aktif tersebut adalah Sarang, Klepu, Subah, Tanjung, Banyudono, Tamanmartani, Kalitirto, Kulwaru dan Wanarejo. Jembatan Timbang Sarang menjadi yang teramai sampai hari ini lantaran kendaraan yang masuk dan jumlah penindakan.

“Untuk 7 yang belum beroperasi adalah Lebuawu, Sambong, Selogiri, Toyogo, Pringsurat, Salam, dan Gubuk. Operasionalnya masih menunggu perintah dan penetapan Kemenhub. Jika beroperasi, maka kami akan siapkan SDM dan sarana di sana,” papar Karsi.

Kepala Pelayananan UPPKB Sarang, Reno Pribadi mengungkapkan, rata-rata ada 540 kendaraan yang masuk di timbangan. Dari jumlah itu, yang ditilang dan ditindak mencapai 257 kendaraan. Pelanggaran paling banyak adalah melebihi kapasitas.

Ia menjelaskan, petugas tidak akan mentolerir kelebihan kapasitas muatan hingga di atas 100 persen. Armada truk yang melebihi kapasitas hingga 100 persen maka akan dibuatkan berita acara penundaan alias tidak boleh melanjutkan perjalanan.

“Kami juga melibatkan kepolisian untuk pelanggaran tertentu. Paling banyak pelanggaran adalah kelebihan muatan, untuk kelebihan dimensi relatif sedikit. Intinya, Jembatan Timbang Sarang siap melaksanakan pengawasan dan penindakan pelanggaran muatan di perbatasan Jateng-Jatim,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah sopir yang masuk di Jembatan Timbang Sarang mengaku sepanjang melintas di kawasan Jatim tidak pernah masuk jembatan timbang. Informasi yang diterima kalangan wartawan, jembatan timbang di Jatim tidak beroperasi. Kondisi ini yang juga menyebabkan angka pelanggaran di Jembatan Timbang Sarang melonjak. (Lia/sumber dan foto:suaramerdeka)

loading...