Angkasa Pura 2

Selain Pebasket, Kobe Bryant Merupakan Pebisnis. Ini Dia Investasinya

Figur KokpitSelasa, 28 Januari 2020
028202064136

028202065635

1a40e0ad-f88e-4eec-99dd-1531c5ada5a5_169

WASHINGTON (BeritaTrans.com) – Kematian Kobe Bryant meninggalkan luka mendalam bagi dunia, khususnya para pencinta basket. Pemain legendaris LA Lakers ini menghabiskan 20 tahun karirnya di dunia basket profesional.

Rupanya selain pebasket ulung juga merupakan seorang pebisnis yang ulet dan jeli dalam memilih penempatan asetnya.

Dalam waktu 4,5 tahun terakhir, Bryant telah meraih untung 30 kali lipat sejak awal dia berinvestasi di perusahaan produsen minuman olahraga, BodyArmor.

Melansir dari ESPN, dia telah melakukan pembelian 10% saham perusahaan ini pada Maret 2014 dan menghasilkan US$ 6 juta dari waktu ke waktu.

Kobe juga tercatat membeli saham Coca-cola pada Agustus 2018. Ia menjai pemilik saham minoritas dengan investasi senilai US$ 200 juta. Hal ini sekaligus menjadikannya sebagai investor keempat terbesar di perusahaan minuman ini.

Tak hanya di perusahaan minuman, pada 2016 tak lama setelah mengumumkan pensiunnya Bryant bermitra dengan Jeff Stibel membentuk venture capital yang fokus investasinya pada media, teknologi, dan perusahaan terkait data. Perusahaan ini bernama Bryant Stibel.

Dilansir dari Forbes, dengan dana investasi awal senilai US$ 100 juta, perusahaan tersebut sudah memiliki portofolio 13 perusahaan melalui Kobe Inc. yang dibentuk pada 2014. Beberapa portofolionya antara lain The Players ‘Tribune, LegalZoom (legalzoom.com) dan perusahaan desain video game, Scopely.

Kemudian pada 2018 dia menginvestasikan dana senilai US$ 30 juta di perusahaan bernama RingDNA yang merupakan perusahaan marketplace. Investasi ini dipimpin oleh Goldman Sachs dengan beberapa partner investor lainnya seperti Palisades Growth Capital dan Bryant Stibel.

“Ketika kami memimpin investasi awal untuk RingDNA pada tahun 2014, kami melakukannya karena pengusaha yang hebat, tim yang kuat dan peluang pasar yang besar dan belum dimanfaatkan,” kata Bryant dan Stibel dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Forbes.

Hingga saat ini platform tersebut sudah memiliki daftar pelanggan seperti Packard Enterprise, Layanan Web Amazon, Autodesk, SAP Concur, Cvent, Lyft, dan Twilio.

loading...