Angkasa Pura 2

SMS jadi Alat Sosialisasi Kemenhub Soal Pemberlakuan TSS Selat Sunda dan Lombok

DermagaTuesday, 28 January 2020

JAKARTA (BeritaTrans.com) – SMS Broadcas atau pesan pendek berantai menjadi alat sosialissi Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut terkait pemberlakuan Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok mulai 1 Juli 2020.

Menggandeng Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) target sosialisasi adalah masyarakat yang berada di sekitar wilayah Selat Sunda dan Selat Lombok.

Pengiriman pesan ini mulai berlaku mulai 27 Januari 2020. Pesan yang dikirimkan melalui SMS Broadcast menginformasikan tentang rencana pemberlakuan TSS Selat Sunda dan Lombok sekaligus juga mensosialisasikan kehadiran VTS Merak dan VTS Benoa yang dioperasikan Ditjen Perhubungan Laut.

“TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok merupakan capaian yang membanggakan bagi Indonesia karena berhasil menjadi negara kepulauan pertama yang memiliki TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok yang sudah disahkan di International Maritime Organization (IMO) dan mulai berlaku efektif per 1 Juli 2020,” urai Direktur Kenavigasian Basar Antonius di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Menurut Basar, SMS Broadcast memiliki banyak keunggulan, di antaranya pesan yang dikirim lebih cepat dan peluang akan dibaca lebih besar mengingat banyak orang yang memiliki telepon genggam.

“Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan rencana pemberlakuan TSS sekaligus menyampaikan keberadaan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub yang hadir dalam meningkatkan keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritim khususnya di Selat Sunda dan Lombok,” jelasnya.

Untuk memastikan validitas pesan yang disampaikan serta menghindari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, diuraikan dia, pesan singkat yang dikirimkan menggunakan nama Kemenhub sebagai pengirim.

“Jadi setiap orang yang berada di sekitar Selat Sunda dan Selat Lombok baik di darat maupun di kapal yang mendapatkan coverage provider GSM, akan mendapatkan SMS tersebut,” imbuh dia.

Rencana implementasi TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok ini telah dibahas lebih lanjut pada Sidang International Maritime Organization (IMO) Sub-Committee on Navigation, Communications, Search & Rescue Sub-Committee (NCSR) ke-7 yang dihelat di Markas Besar IMO di London pada tanggal 15 s.d. 24 Januari 2020. (omy)