Angkasa Pura 2

Ditjen Hubud Rakor Komite FAL Tingkatkan Kewaspadaan Penyebaran Virus Corona

Bandara KokpitRabu, 29 Januari 2020
IMG-20200129-WA0023

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, melalui Direktorat Keamanan Penerbangan, selenggarakan Rapat Koordinasi FAL (Fasilitasi) Nasional membahas peningkatan Pencegahan Wabah Virus Corona (Novel Coronavirus/2019-nCoV).

Rakor dilaksanakan dengan mengundang seluruh Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I sd X, Pengelola Bandar Udara, Operator Penerbangan dan Direktorat Jenderal Pencegahan & Pengendalian Penyakit, dan Kementerian Kesehatan.

Direktur Keamanan Penerbangan Moh. Alwi menjelaskan, koordinasi Kantor Otoritas Bandar Udara selaku Kepala Koordinator Komite FAL, harus dilakukan secara intensif dalam menangani kasus penyebaran virus Corona.

“Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU), selaku Ketua Komite FAL Bandar Udara, berkewajiban memantau segala perkembangan terkait pencegahan penyebaran virus Corona di Indonesia, dengan melakukan koordinasi intensif dengan seluruh bandar udara di bawah wilayah kerjanya dan juga koordinasi dengan Kantor Kesehatan pelabuhan (KKP),” jelas Alwi di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Dr. M. Ikhsan Akbar, juga mengimbau kepada seluruh pengelola bandara untuk membantu menyediakan media sosialisasi kepada masyarakat.

Khususnya pengguna jasa transportasi udara, terkait dengan kewaspadaan dan pencegahan penyebaran virus Corona di bandara.

Melalui Komite FAL Bandar Udara, Kepala Kantor OBJ juga terus berupaya untuk memastikan dilakukannya seluruh prosedur pencegahan penyebaran virus Corona, antara lain dengan melengkapi Kartu General Declaration (Gendec), melaporkan penumpang yang dicurigai terpapar karena virus Corona.

“Selanjutnya memberikan kartu kewaspadaan (alert card) sebelum kedatangan dengan memastikan penumpang melakukan pelaporan kepada petugas kesehatan di bandara, serta memberikan pengumuman di dalam pesawat,” ujar dia.

Selain itu, Kantor OBU juga diimbau untuk terus melakukan koordinasi intensif dengan KKP, Imigrasi, dan Bea Cukai untuk memastikan pencegahan penyebaran virus dapat dilakukan dengan maksimal, dan meminta agar bandara menyiapkan ruang isolasi bagi penumpang yang terindikasi terpapar virus Corona.

“Kami akan memberikan dukungan penuh kepada KKP dengan melakukan koordinasi intensif, memantau dan memeriksa penumpang serta kru pesawat secara intensif, khususnya yang datang dari negara terjangkit virus,” tambah Alwi.

Saat ini, Thermal Scanner dan Ruang Isolasi telah disediakan di seluruh bandara internasional untuk mengidentifikasi penumpang yang diindikasikan terpapar virus.

Bagi seluruh penumpang penerbangan, juga dihimbau untuk melaporkan kepada petugas kesehatan jika pernah singgah di negara terjangkit.

Sebagai informasi, di Indonesia, terdapat tujuh kota yang terhubung dengan 18 kota di China yang dilayani lima maskapai penerbangan.

Saat ini, hanya rute penerbangan ke Kota Wuhan (kota awal virus) yang telah ditutup. Sedangkan untuk maskapai yang masih melayani penerbangan ke negara terjangkit, penyemprotan cairan disinfektan telah dilakukan pada pesawat udara dan pelaksanaan penanganan pencegahan penyebaran virus secara intensif di bandara dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. (omy)