Angkasa Pura 2

Lanud Halim Disiapkan Jadi Lokasi Pendaratan Evakuasi WNI dari Wuhan China

Bandara KokpitRabu, 29 Januari 2020
Lanud Halim Perdanakusuma. (ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Fajar Adriyanto mengatakan, Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur akan menjadi titik pendaratan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China akibat marak penyebaran virus corona di ibu kota Provinsi Hubei tersebut.

Fajar menyebut, pihaknya juga telah menyiagakan dua pesawat jenis Boeing dan satu pesawat Hercules untuk menjemput WNI dari Provinsi Hubei. Saat ini TNI AU tinggal menunggu instruksi Kementerian Luar Negeri untuk terbang menjemput WNI di Wuhan.

“Tempat mendaratnya di Halim (Halim Perdanakusuma), bagaimana pengungsiannya sudah disiapkan. TNI AU kan menyiapkan pesawat ini tinggal gerak aja,” kata Fajar kepada awak media, Rabu (29/1).

Selanjutnya, setelah pulang di Tanah Air, baik kru penjemput maupun WNI yang dievakuasi akan dilakukan karantina selama kurang lebih 28 hari. Mereka akan diobservasi untuk memastikan tidak ikut terjangkit virus corona.

“Nanti begitu kembali akan dikarantina dulu. Jadi tidak langsung turun langsung bebas, dikarantina dulu. Yang kita siapkan itu, briefing-nya demikian. Standar (karantina) 28 hari di RSPI Sulianti Saroso,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Bambang Dwi Hasto menyebut seluruh rumah sakit dan seluruh Batalyon Kesehatan TNI telah disiagakan untuk menghadapi wabah virus N-cov atau virus corona yang telah menewaskan hingga 132 orang.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pun kata Bambang secara langsung telah mengeluarkan perintah agar seluruh anggota TNI menyiapkan jajaran kesehatan dan bersiap siaga untuk menangani virus corona.

“Ini sesuai Inpres nomor 4 tahun 2019 tentang Bio Security. Seluruh rumah sakit dan seluruh batalyon kesehatan TNI disiagakan,” kata Bambang.

Diketahui ada 244 WNI di Provinsi Hubei yang tercatat saat ini. Khusus di Wuhan, ibu kota Hubei, terdapat 93 WNI yang tinggal di sana.

Sudah ada 132 meninggal dunia akibat virus tersebut. Di China sendiri tercatat lebih dari 4 ribu orang mengidap virus tersebut. (ds/sumber CNNIndonesia.com)