Angkasa Pura 2

Wisuda dan Tradisi Bon Voyage Digelar untuk Lulusan Master Kepelautan BP3IP

SDMRabu, 29 Januari 2020
IMG-20200129-WA0032

IMG-20200129-WA0033

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta gelar upacara Bon Voyage ke-47 diikuti 69 pelaut Lulusan Diklat Pelaut Tingkat I Nautika dan Diklat Pelaut Tingkat I Teknika.

Bon Voyage pertama BP3IP Jakarta di tahun 2020 ini dipimpin Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut I Nyoman Sukayadnya, mewakili Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) di Ballroom Discovery Hotel, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Bon Voyage kali ini mengambil tema “Through the 47th Bon Voyage, We Support Sustainable Transport Sector Supporting World Trade and The Associated SDG’s (Sustainable Development Goals)”.

“Indonesia sebagai anggota IMO Council harus menunjukan peran aktifnya dalam mendukung program IMO (International Maritime Organization) dalam sektor transportasi laut,” jelas Nyoman di Jakarta.

Tema ini sesuai program yang diusung IMO yaitu berpartisipasi aktif dalam menyukseskan the United Nations 2030 agenda for sustainable Development and the associated SDGs (17th Sustainable Development Goals).

Hal tersebut juga sejalan dengan program pemerintah yaitu mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya sektor transportasi.

Untuk menunjang hal tersebut, dia mengungkapkan, diperlukan SDM yang unggul dan kompeten dalam memenuhi kebutuhan transportasi yang terkoneksi, andal, selamat, aman, dan nyaman khususnya di bidang SDM Transportasi Laut, sesuai dengan amanah Pemerintah Joko Widodo-Maruf Amin yang mencanangkan tahun 2019 sebagai tahun dimulainya peningkatan kualitas SDM.

IMG-20200129-WA0029

“Demi mewujudkan amanah tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan diperlukannya konsistensi dan fokus dalam penyiapan SDM transportasi, termasuk SDM maritim khususnya pelaut yang merupakan aset dan modal bangsa,” urainya.

Nyoman mengemukakan, BP3IP Jakarta diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mencetak lulusan pelaut yang unggul dan kompetitif serta mampu menghadapi tantangan dan tuntutan industri pelayaran, dengan didukung oleh infrastruktur dan sarana pembelajaran yang modern, sistem pembelajarann yang berbasis e-learning, metode pembelajaran yang semakin interaktif, serta pengajar yang kompeten di bidangnya.

“Oleh karena itu, untuk membangun dan mengembangkan SDM yang unggul, lembaga diklat di bawah BPSDMP harus terus meningkatkan kualitas pendidikan dan menyesuaikan kurikulum dengan kemajuan zaman khususnya pada era digitalisasi dan Industri 4.0,” ungkapnya.

IMG-20200129-WA0031

BP3IP Jakarta yang sudah menyelenggarakan distance e-learning, dan melakukan kolaborasi dengan stakeholder, serta mengembangkan diklat non mandatory yang diperlukan pasar.

Nyoman berpesan kepada para peserta Bon Voyage bahwa meskipun telah mencapai tingkat tertinggi dari jenjang pelaut, mereka jangan cepat berpuas diri namun harus tetap mengembangkan diri dan dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi di bidang maritim, dalam menghadapi tantangan dimana tuntutan tugas dan tanggung jawab sebagai pelaut semakin berat menghadapi persaingan global dan Perkembangan Industri 4.0 saat ini.

“Walaupun sudah mencapai tingkat tertinggi, namun kalian hendaknya jangan pernah berhenti mengembangkan diri, meningkatkan pengetahuan, dan keterampilan sehingga menjadi pelaut yang handal dan millenial di era industri 4.0. Dimana kemajuan Teknologi tidak terkecuali di dunia Maritim yang juga ikut berkembang pesat,” pesan Nyoman.

Lulusan program diklat pelaut tingkat I, yang terdiri dari Diklat Pelaut Tingkat – I Nautika sebanyak 48 orang dan Diklat Pelaut Tingkat – I Teknika sebanyak 21 orang.

Para lulusan akan dibekali Certificate of Competency (COC), Certificate of Endorsment (COE) yang sangat diperlukan ketika nantinya akan kembali bekerja di atas kapal.

“Selain itu para lulusan juga diberikan Sertifikat Ahli Nautika Tingkat I dan predikat Kepelautan Master Mariner bagi lulusan diklat Nautika, serta memeroleh Sertifikat Ahli Teknika Tingkat I dan diberikan Predikat Kepelautan Master Marine Engineer bagi lulusan diklat Teknika,” pungkas Nyoman. (omy)