Angkasa Pura 2

Sopir Bus Anak Medan ini Berhari-hari Tunggu Penumpang di Terminal Bekasi

KoridorKamis, 30 Januari 2020
030202016747

BEKASI (BeritaTrans.com) – Dialah Robert Silalahi, pengemudi PO Bus Simpati Star lintas trans Sumatera jurusan Bekasi – Medan, merasakan sepinya penumpang,

Dia bersama tiga orang kru lainnya sudah seminggu menginap di Terminal Bekasi, Jawa Barat.

Setelah sekian lama ngetem di terminal ini anak Medan warga Pancur Batu, Sumatera Utara, ini baru memberangkatkan busnya dengan penumpang seadanya dan sedikit paket barang pada hari ini Kamis, (30/1/2020).

“Selama seminggu ini aku sudah liburan. Hahaha… Mumpung penumpang sepi! Tapi uang habis terus untuk hidup di terminal ini, karena tidak ada kerjaan lain cuma nunggu, ya sebelum dapat uang ngutang sana sini dulu,” Keluh Robert yang sempat menjajah berbagai PO lintas Sumatera sebelum bergabung di PO ini.

Bus bertarif Rp650 ribu dengan rute Bekasi-Medan ini harus secara bergantian menunggu keberangkatan apabila ada penumpang dari terminal.

“Kalau lancar berangkatnya bus bisa jalan PP selama seminggu itu sudah termasuk lancar, pendapatan pun diteminal cuma Rp 500 ribu terkadang”

“Emang tidak setiap hari seperti itu, tapi lebih seringnya seperti inilah. Gak ada penumpang kadang cuma dapat salaman selamat aja, uang habis buat setoran dan di jalan,”tambahnya.

Bapak dari lima orang putri,yang sudah hampir dua tahun bergabung di PO ini, juga merupakan orang yang merintis rute Bekasi-Aceh yang baru dibuka dua tahun lalu ini.

03020201679

Selama perjalanan ke Medan dia bersama satu orang supir lainnya harus bergantian selama 8 jam sekali setiap perhentian istirahat, solat dan makan pada rumah-rumah makan yang sudah ditentukan.

“Rumah makan ke rumah makan istirahat 8 jam sekali, kadang gak sampai. Rumah makannya sudah ditentukanlah ya, enggak bisa sembarangan dan gak boleh kelewatan,”

Perjalanan yang akan memakan waktu selama 3 hari perjalanan ini harus berhenti di beberapa kota provinsi.

“Ini dari Terminal Bekasi nanti ke Terminal Pulo gebang terus ke Cililitan, Rambutan, Pondok Pinang, terus baru ke Merak, nanti lanjut lagi Lampung berhenti istirahat lagi di Palembang, Jambi, Kerinci, Pekan Baru, Duri, Kisaran, dan sampai Medan,”

Di balik pekerjaan yang harus meninggalkan sanak keluarga dan penghasilan yang tidak menentu ia mengaku makin banyak saingan dengan PO yang lain.

“Kadang kalau lagi susah apapun di angkut,  mau kambing pun diangkat, kalau mobil bauk itu urusan nanti,”tambahnya.

Pendapatan yang pas-pasan selama seminggu bahkan lebih diperjalanan hrus dibagi bersam tiga orang crew lainnya.

Jalan Tol lintas Sumatera menurutnya perjalanan angkutan jauh lebih cepat, namun biayanya yang dikeluarkan juga mempercepat habisnya uang setoran.

“Biaya jalan tol Rp480 ribuan, memang lebih irit jalan Tol, irit dari pada uangnya juga pada waktunya lebih singkat, tapi persoalannya kembali kepada ada tidaknya penumpang, kalau tidak ada penumpang gak ada pemasukan juga bayar Tol juga susah,” keluhnya.

Jalan tol dari Bakauheni ke Palembang dapat memangkas waktu tempuh sampai 14 jam lebih yang tadinya ditempuh selama 24 jam sekarang hanya menempuh perjalanan 8-10 jam saja.

Menurutnya jalan Tol di sana juga tetap ada yang bergelombang yang membuat bahaya pengendara yang melintasinya.

“Yang buat jalan Tol tapi bergelombang-gelombang, mobil pun jadi lompat-lompat, apalagi jalur Palembang dan Indralaya, salah-salah kita adu cepat ada jembatan “gedubruk” lompat mobilnya, harusnya kan jalan itu enak dijalani, faktanya beneran gak enak,”pungkasnya. (fahmi).