Angkasa Pura 2

Karantina Corona: Apa yang Dilakukan di Lanud Ranai Natuna dan Inggris Cegah Penyebaran Virus?

Bandara GaleriSelasa, 4 Februari 2020
Hanggar Lanud Ranai Natuna lokasi karantina.

NATUNA (BeritaTrans.com) – Lokasi karantina mahasiswa Indonesia yang belajar di Wuhan terletak di Lapangan Udara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna. “Orang-orang yang dikarantina harus memakai masker kemana pun, sementara petugas kesehatan harus memakai sarung tangan dan masker,” kata dokter yang bertugas.

Warga dari sejumlah negara yang kembali dari Wuhan, China, tengah menjalani masa karantina selama 14 hari.

Ratusan WNI dari Wuhan jalani karantina di Natuna, khawatir ‘dianggap sebagai penyebar penyakit’

Sebanyak 238 warga negara Indonesia yang dievakuasi dari Provinsi Hubei, China, menjalani karantina di hanggar Lapangan Udara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna.

Sementara 83 warga Inggris yang dievakuasi dari Wuhan, dikarantina di Arrowe Park Hospital di Wirral.

Tempat karantina itu terpisah dari wilayah rumah sakit yang menampung pasien lainnya. Mereka yang dikarantina ditempatkan di apartemen yang biasanya dipakai untuk staf NHS.

Apa peraturan di tempat karantina?

Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto, mengatakan mahasiswa yang dikarantina wajib mengenakan masker kemana pun.

Mereka juga belum boleh meninggalkan tempat karantina. “Kita akan awasi betul, kalau mereka nggak pakai masker akan kita tegur,” kata Achmad.

Di lokasi karantina di Natuna, para petugas tidak lagi memakai ADP lengkap. Mahasiswa, dan sejumlah petugas yang menjemput mereka, dikarantina di lokasi yang disebut ‘Ring 1′, ujar Achmad.

Semua petugas yang melakukan kontak langsung dengan mahasiswa di Ring 1, ujar Achmad, harus memakai sarung tangan dan masker.

Sebelumnya, saat penjemputan para mahasiswa (2/2), para petugas terlihat menggunakan APD (alat pelindung diri) lengkap.

“Itu kita harus re-check hasil pemeriksaan (kesehatan) di China maka kita harus hati-hati betul gunakan APD lengkap,” ujar Achmad.

“Setelah kita periksa mereka betul-betul sehat, sekarang kita tidak pakai APD lagi. SOP-nya pakai sarung tangan dan masker.”

Mahasiswa yang dikarantina menghabiskan waktu dengan bermain catur.
Sementara, dapur umum dan tempat suplai air terletak di Ring 2, yang menurut keterangan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Yudo Margono, terletak sekitar 500 meter dari tempat karantina.

Oleh karena posisinya yang cukup jauh, ujar Achmad, tidak ada peraturan khusus untuk petugas di Ring 2.

Sementara di Inggris, salah seorang warga yang dikarantina, Matt Raw, menceritakan bahwa ia harus menggunakan masker kemana pun.

“Kami bisa melakukan kontak dengan siapa pun di lokasi karantina selama kami memakai masker. Namun, kami tidak boleh keluar dari kawasan apartemen ini,” ujarnya.

Apa saja kegiatan di tempat karantina?

Achmad mengatakan setiap hari para mahasiswa akan diperiksa kesehatannya tiga kali.

Petugas kesehatan akan menanyai apa mereka memilki keluhan, seperti panas, batuk, atau sesak napas. “Kalau nggak (ada keluhan), ukur suhu saja,” ujarnya.

Mahasiswa Indonesia akan diperiksa kesehatannya tiga kali di lokasi karantina. Sejumlah mahasiswa, yang belajar kedokteran di Wuhan, ujar Achmad, juga membantunya mengukur suhu tubuh teman-temannya.

Ia menambahkan setiap pagi para mahasiswa akan diminta berolahraga.

Twitter pesan oleh @KemenkesRI

Kemenkes RI

@KemenkesRI
Alhamdulillah, semua saudara kita dari Wuhan yang saat ini berada di Natuna dalam keadaan sehat. Kegiatan mereka pagi ini adalah olahraga bersama.#Healthies jangan lupa olahraga juga ya. Salam sehat dari Natuna