Angkasa Pura 2

Astronot Perempuan NASA Kembali ke Bumi dengan Selamat

KokpitSabtu, 8 Februari 2020
f43cd39d-7da3-4d1e-afcc-ff70bd2aa1aa_w408_r1_s

Expedition 61 Soyuz Landing

SEATTLE (BeritaTrans.com) – Astronot NASA, Christina Koch, yang melewatkan hampir 11 bulan di ruang angkasa, yang terlama dilakukan astronot wanita, mendarat dengan selamat di Kazakhstan, Kamis (6/2) bersama dengan dua awak Stasiun Antariksa Internasional (ISS).

Kapsul antariksa Soyuz yang membawa Koch bersama dengan Komandan ISS Luca Parmitano dari Badan Antariksa Eropa dan Alexander Skvortsov dari Badan Antariksa Rusia Roscosmos, mendarat di sebelah tenggara Dzhezkazgan, Kazakhstan, pada pukul 15:12 waktu setempat.

Koch menyelesaikan misi 328 hari pada penerbangan pertamanya ke antariksa, memberi para peneliti kesempatan untuk mengamati dampak penerbangan berjangka lama ke antariksa terhadap seorang wanita. Penelitian itu penting karena NASA berencana kembali ke bulan di bawah program Artemis sekaligus mempersiapkan eksplorasi manusia di planet Mars.

Astronot dan Teknisi Ekspedisi Penerbangan 59 Christina Koch sedang bekerja di dalam Stasiun Antariksa Internasional, 8 April 2019.

Koch tersenyum dan mengacungkan jempol saat awak pendukung membantunya keluar dari kapsul dan mendudukkannya di kursi untuk pemeriksaan singkat pasca penerbangan bersama rekan-rekannya. Pejabat antariksa Rusia mengemukakan bahwa mereka dalam kondisi baik.

koch_1

Bulan lalu kepada Associated Press, Koch menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam melakukan pekerjaan di luar pesawat antariksa yang untuk pertama kalinya dilakukan oleh seluruh awak wanita, merupakan hal terpenting dari misinya. Koch yang dibesarkan di Jacksonville, North Carolina, saat ini tinggal bersama suaminya, Bob di Galveston, di dekat Teluk Meksiko, Texas.

Parmitano dan Skvortsov menghabiskan 201 hari di ISS. Skvortsov dijadwalkan diterbangkan ke Pusat Pelatihan Kosmonot Star City di luar Moskow. (lia/sumber:voa)