Angkasa Pura 2

Sopir Taksi Online Diduga Pelaku Penculikan Karyawati Diringkus

Aksi Polisi KoridorSelasa, 11 Februari 2020
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyatakan peraturan baru taksi daring dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen) mulai berlaku Desember mendatang, menggantikan tiga Permen sebelumnya yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung. Permenh

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Petugas Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya meringkus sopir taksi online yang diduga hendak menculik karyawati penumpangnya. Saat ini, pelaku masih diperiksa polisi.

“Iya benar pelakunya telah ditangkap. Saat ini masih diperiksa,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Suyudi Ario Seto, Selasa (11/2).

Kendati, Suyudi masih enggan membeberkan secara rinci terkait kasus ini. Menurut dia, penyidik masih menggali keterangan dari pelaku. “Masih pengembangan,” ucap dia.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti menerangkan korban telah membuat laporan ke polisi. Korban sudah diperiksa terkait dugaan penculikan tersebut.

“Pelapornya sudah diperiksa,” jelas Dedy.

Sebelumnya cerita seorang wanita viral di media sosial. Dia bercerita saat sopir taksi online dari aplikasi Grab Indonesia diduga akan menculik dia selaku penumpang.

Kabar ini dibagikan T selaku korban yang nyaris diculik. Dia membagikan pengalaman naasnya itu langsung lewat akun Instagram pribadinya.

Korban adalah seorang karyawati yang hendak pergi ke salah satu tempat di Jakarta.

Kendati saat perjalanan, menurut T pengemudi mengeluarkan gerak gerik aneh dengan kerap menghubungi seseorang lewat sambungan radio komunikasi atau HT menggunakan kode-kode yang mencurigakan.

Kecurigaan T makin kuat, saat arah mobil semakin melenceng dari titik tujuan seperti dipesan via aplikasi. T yang curiga langsung menghubungi orang terdekat untuk meminta bantuan.

Pengemudi yang mengetahui niat jahatnya terendus memacu mobilnya semakin kencang dan sempat melakukan rem mendadak agar T tidak fokus meminta pertolongan.

Menurut keterangan T di Instagramnya, dirinya sempat memencet tombol darurat yang disediakan aplikasi Grab.

Dia pun memberitahu hal itu kepada pengemudi, sehingga T langsung diturunkan di tengah jalan karena takut jejaknya terekam aplikasi tersebut.

Grab Indonesia melalui keterangan resminya mengatakan, kejadian yang dialami T sudah diproses. Pihaknya langsung memburu pengemudi tersebut dan menonaktifkan akunnya.

“Terkait insiden ini sudah ditangani langsung oleh satgas Grab saat tombol darurat itu diaktifkan, sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan dukungan dan bantuan yang dibutuhkan oleh penumpang,” kata Tirza Reinata Munusamy, Deputy Director of Public Affairs, Grab Indonesia.

Grab Indonesia sangat berterima kasih atas perhatian seluruh pihak terkait insiden ini dan bersyukur tidak menimbulkan kecemasan lebih lanjut. Hal ini didukung dengan hadirnya emergency button/tombol darurat di platform Grab yang terbukti efektif dalam memberikan keamanan maksimal untuk para pelanggannya.

“Keselamatan dan keamanan merupakan prioritas utama Grab,” jelas Tirza. (ds/sumber merdeka)

loading...