Angkasa Pura 2

Pelanggar Wajib AIS Kelas B Bakal Kena Sanksi Mulai 20 Februari

DermagaRabu, 12 Februari 2020
IMG-20200212-WA0001

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pelanggar wajib pemasangan dan pengaktifan Automatic Identification System (AIS) Kelas B saat berlayar bakal kena sanksi mulai 20 Februari 2020.

Bentuk sanksi administratif yang dikenakan ini, diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 58 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 7 tahun 2019 tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis Bagi Kapal yang Berlayar di Wilayah Perairan Indonesia.

“Untuk AIS Kelas A sudah terlebih dahulu diberlakukan sejak tanggal 20 Agustus 2019,” ujar Direktur Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Basar Antonius di Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Kapal berbendera Indonesia yang tidak melaksanakan kewajiban memasang dan mengaktifkan AIS akan dikenai sanksi administratif berupa penundaan keberangkatan kapal oleh Syahbandar sampai dengan terpasangnya AIS di atas kapal.

Sedangkan bagi Nakhoda kapal berbendera Indonesia yang selama pelayaran tidak mengaktifkan AIS atau tidak memberikan informasi yang benar pada AIS akan dikenai sanksi administratif berupa pencabutan sementara sertifikat pengukuhan (Certificate of Endorsement (COE)).

“Sanksi administratif berupa pencabutan sementara sertifikat COE dikenakan paling lama tiga bulan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut setelah rekomendasi dari Syahbandar,” katanya.

Sanksi juga berlaku bagi kapal asing yang berlayar di perairan Indonesia, jika ada kapal asing yang tidak melaksanakan kewajiban tersebut maka akan dikenai sanksi sesuai konvensi internasional atau ketentuan yang mengatur mengenai Port State Control (PSC).

“Kewajiban pemasangan AIS untuk setiap kapal yang berlayar memang harus diberlakukan. Selain untuk mempermudah pendeteksian kapal, pemasangan AIS di kapal yang sedang berlayar juga untuk meningkatkan jaminan keselamatan pelayaran,” papar dia.

Menurut Basar, penegakkan aturan diperlukan pengawasan secara proaktif agar penerapan implementasi peraturan tersebut dapat berjalan dengan optimal.

Dalam hal ini, Menteri Perhubungan melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap pemasangan dan pengaktifan AIS.

Ditjen Perhubungan Laut juga telah mengeluarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KP.176/DJPL/2020 tentang Standar Operasional Prosedur Pengenaan Sanksi Atas Pelanggaran Kewajiban Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis Bagi Kapal Berbendera Indonesia, sebagai dasar para petugas di lapangan untuk melaksanakan penegakan aturan terkait dengan kewajiban pemasangan dan pengaktifan AIS tersebut.

“Dalam pelaksanaanya di lapangan, pengawasan penggunaan AIS dilakukan petugas stasiun VTS, petugas SROP, pejabat pemeriksa keselamatan kapal, pejabat pemeriksa kelaiklautan dan keamanan kapal asing, dan petugas kapal patroli penjagaan laut dan pantai,” kata Basar.

Selanjutnya, jika ditemukan AIS yang tidak aktif, agar para petugas segera menyampaikan informasi tersebut kepada Syahbandar. (omy)