Angkasa Pura 2

Otak Perampokan dan Pembunuhan Sopir Taksi Online di Palembang Divonis Mati

Aksi Polisi Galeri KoridorKamis, 13 Februari 2020
Sidang pembunuhan driver taksi online di Palembang. (ist)

PALEMBANG (BeritaTrans.com) – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas 1A Palembang menjatuhkan hukuman mati kepada Akbar Alfarizi (34), otak perampokan dan pembunuhan driver online Sofyan (44). Sebelumnya, hakim juga menjatuhkan hukuman sama kepada dua terdakwa lain dan 10 tahun bagi terdakwa di bawah umur.

Vonis dibacakan hakim ketua Efrata dalam sidang lanjutan, Kamis (13/2). Hakim menilai terdakwa terbukti merencanakan perampokan dan pembunuhan kepada korban sesuai Pasal 340 KUHP.

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 340 KUHP dan dijatuhi hukuman pidana mati,” ungkap hakim ketua Efrata.

Vonis hakim sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang sebelumnya yang menilai terdakwa adalah orang yang merencanakan, mengajak tiga pelaku lain dan mengeksekusi korban.

Mendengar putusan hakim, keluarga korban, seperti ayah, ibu, dan istri, yang hadir dalam persidangan, nampak tak mampu menahan emosi. Mereka mengucapkan takbir dan berpelukan sambil menangis haru.

“Kami puas, sangat setuju dengan hukumannya. Sesuai dengan perbuatannya,” kata ayah korban, ada Kgs Roni.

Diketahui, mayat Sofyan ditemukan di areal perkebunan sawit di Desa Muara Lakitan dan Kanan Dapun, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumsel, Selasa (13/11). Dia dilaporkan hilang oleh istrinya ke Polda Sumsel, Selasa (30/10).

Keberadaan driver Grabcar itu tidak diketahui lagi usai mengantar orderan dari kawasan KM5 menuju KFC Simpang Bandara Palembang sehari sebelumnya. Dari hasil penyelidikan polisi, korban ditumpangi empat orang yang menggunakan akun seorang perempuan yang tidak dikenal para pelaku.

Dalam perjalanan, korban dicekik dan dihujani pukulan hingga tewas. Dia dan mobilnya dibawa kawanan pelaku ke arah Musi Rawas Utara.

Polisi meringkus empat pelaku, yakni Akbar (34), FR (16), Ridwan (42) dan Acundra (21). Akbar menjadi otak perampokan dan pembunuhan yang sengaja datang ke Palembang dari kampungnya di Musi Rawas Utara. Acundra dan Ridwan dijatuhi hukuman mati, sedangkan FR 10 tahun penjara. (ds/sumber merdeka)