Angkasa Pura 2

Masih Banyak PR Penerbangan, Begini Kata Ahli

Bandara KokpitSabtu, 15 Februari 2020
IMG_20200215_124448

IMG_20200215_123855

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pekerjaan rumah (PR) terkait penerbangam masih banyak yang harus dibenahi. Ahli penerbangan yang juga mantan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Capt. Sunaryo Yosopratomo menyampaikan beberapa saran dan kritik membangun dalam Focus Group Discussion di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

“Perlu pembenahan untuk status bandara-bandara yang ada, saat ini ada 30 Bandara berstatus internasional,” ujar Capt. Sunaryo.

Idealnya kata dia, penerapan Open Sky benar-benar ditaati. Jadikan penerbangan internasional hanya ke beberapa bandara yang sudah ditetapkan yakni Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Bandara Kualanamu (Medan), Hasanuddin (Makassar), I Gusti Ngurah Rai (Bali), dan Juanda (Surabaya).

Selain itu menurutnya Indonesia belum mampu mempertimbangkan penerbangan dari dan ke luar negeri sesuai asas resiprokal yang terdapat dalam perjanjian.

“Di sini juga masih banyak bandara yang belum beroperasi 24 jam,” tuturnya saat menjadi pembicara di FGD yang didukung Balitbanghub, Sekolah Tinggi Ilmu Transportasi dan Logisrik, dan Badan Pembina Pensiun Kemenhub.

Dalam kesempatan itu, Capt. Sunaryo juga memberikan beberapa saran untuk kemajuan penerbangan.

Diantaranya diperlukan evaluasi terhadap jumlah dan kualifikasi bandara internasional. Maskapai diminta memanfaatkan resiprokal yang terdapat dalam perjanjian hak terbang dan hak angkut

“Perbanyak operasional bandara selama 24 jam tentu saja didukung oleh pelayanan penyelenggaraan navigasi dan hal terkait,” ungkap Capt. Sunaryo.

Terakhir kata dia, kepada stakeholder agar seluruh stakeholder agar melaksanakan secara konsisten dan konsukwen aturan tata kelola dalam pembangunan transportasi dan keamanan nasional. (omy)

loading...