Angkasa Pura 2

Bila Antusias Tinggi, KSOP Panjang Siap Tambah Kuota DPM Nelayan Lampung

DermagaSenin, 17 Februari 2020
IMG-20200217-WA0041

BANDAR LAMPUNG (BeritaTrans.com) – Bila antusias tinggi, KSOP Kelas I Panjang siap tambah kuota peserta Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) nelayan di Provinsi Lampung.

Saat ini menurut Kepala KSOP Panjang Andi Hartoni, pihaknya masih membuka pendaftaran dengan targer 1.000 peserta untuk tahun 2020.

“Kami tetap membuka pendaftaran kepada masyarakat, jika memang diperlukan dan jumlah peminatnya banyak, tak tertutup kemungkinan kami akan menambah kuota jumlah peserta pelatihan” ucap Andi di Bandar Lampung, Senin (17/2/2020).

Menurutnya yang utama, nelayan harus mampu menyelamatkan diri sebelum orang lain, untuk itu mereka dibekali dengan pelatihan basic safety.

Andi berharap agar para nelayan bisa jadi bagian dari mitra kita insan maritim untuk terlibat menjaga wilayah laut Indonesia khususnya Provinsi Lampung.

“Keselamatan nelayan, tambahnya, perlu ditingkatkan karena menyangkut kelangsungan hidup dan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan nelayan,” tuturnya.

Lebih lanjut Andi menjelaskan, setelah Pelatihan gelombang dua selesai, pihaknya juga akan membuka Gerai Pengukuran Kapal bagi kapal-kapal wisata tradisional dan kapal tangkap tradisional dengan menerjunkan ahli ukur dari Kantor KSOP Kelas I Panjang dan Ahli Ukur Kantor Pusat Ditjen Perhubungan Laut serta beberapa ahli ukur dari UPT Kemenhub di Propinsi Lampung.

“Tentunya semua dilaksanakan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun,” imbuh Andi.

Kepala Dinas Perhubungan Propinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mewakili Pemerintah Daerah mengapresiasi dan sangat mendukung DPM ini, sehingga masyarakat Lampung lebih berdaya saing, terutama dengan meningkatnya potensi wisata di Propinsi Lampung yang otomatis membutuhkan tenaga yang professional guna mendukung program Nelayan Lampung Berjaya.

Direktur Politeknik Pelayaran Banten, Joni Turiska, menambahkan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah agar masyarakat khususnya masyarakat Lampung dan sekitarnya terutama yang bekerja di kapal-kapal nelayan dan kapal wisata lebih berdaya guna dan berhasil guna sehingga dapat meningkatkan kesejahteraannya.

“Untuk pelaksanaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini peserta tidak dipungut biaya dan semua biaya ditanggung oleh DIPA Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Banten Tahun Anggaran 2020” ujar Joni.(omy)