Angkasa Pura 2

Kadin DKI Minta “Uang Ekstra” Behandle Dimasukkan dalam Tagihan Terminal

DermagaSelasa, 18 Februari 2020
20190219_133330-750x375_copy_800x600

JAKARTA (BeritaTrans.com)-
Kamar Dagang dan Indudstri (Kadin) DKI mengharapkan terminal Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok menertibkan “uang ekstra” yang harus dikeluarkan pemilik barang/wakilnya (PPJK) saat dilakukan pemeriksaan fisik kontainer jalur merah (behandle).

Harapan itu disampaikan Wakil Ketua Umum Bidang Transportasi, Logistik dan Kepelabuhanan Kadin DKI Jakarta, Widijanto, dihubungi Selasa (18/2/2020) di Jakarta.

Widijanto berkata: ” saya gak usah sebutkan berapa besar dan pada bagian mana saja yang memungut uang ekstra. Karena semua stake holder terkait di pelabuhan sudah tau itu,” katanya.

Dia mengatakan uang ekstra
ini memberatkan bagi Perusahaan Pengurus Jasa Kepabeanan (PPJK) sebagai wakil pemilik barang.

Pasalnya, jelas Widijanto, pemilik barang tidak mau mengganti uang ekstra tersebut pada PPJK karena tidak masuk dalam invoice resmi Terminal Peti Kemas.

“Kita mengharapkan uang ekstra tadi dimasukkan dalam surat tagigan Terminal Peti Kemas sehingga PPJK dapat penggantian dari pemilik barang,” ujar Widijanto.

Widijanto mengatakan dia yakin dengan meniadakan uang ekstra akan berdampak positif pada kelancaran arus barang.

Sementra seorang pengusaha PPJK yang keberatan namanya disebut mengatakan biaya ekstra biasanya pada saat stripping/stuffing dan mengangsur kontainer dari terminal ke Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT). (wilam)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari