Angkasa Pura 2

Menara Prestisius ” Maritime Tower ” Beroperasi April 2021

Another NewsRabu, 19 Februari 2020
IMG_20200219_132136_copy_800x600_copy_800x600

JAKARTA (BeritaTrans.com) Maritime Tower, sebuah gedung prestisius 24 lantai dengan bentuk ‘kapal phinisi’ di Jl Yos Sudarso kavling 8-11 Tanjung Priok, Jakarta Utara, diproyeksikan mulai beroperasi sekitar April 2021.

Tower megah di atas lahan seluas 1,5 hektare senilai Rp 741 miliar itu dibangun oleh PT Menara Maritim Indonesia (MMI) yang dibentuk oleh PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI), anak perusahaan Pelindo II, dan PT PP Properti, anak usaha PT Pembangunan Perumahan (PP).

Komposisi saham PT Menara Maritim Indonesia (MMI) sebagai pengembang sekaligus pengelola Maritime Tower 70 % dimiliki PT PPI dan 30 persen dimiliki PT PP Properti.

“Sekarang tengah berlangsung pengerjaan pondasi dengan progres secara keseluruhan mencapai 24%,” kata Dirut PT MMI Bagus Dwipoyono didampingi Wadirut Yunas Rudianto dan Dirkeu Rudy Istiawan, Rabu (19/2/2020)

Menurut Bagus Dwipoyono, lantai dasar Tower sampai lantai 6 digunakan untuk kegiatan komersial, dan lantai 7 sampai 24 digunakan untuk kegiatan perkantoran.

Sementara gedung parkir dengan kapasitas 500 unit mobil ditempatkan di lantai 2 sampai 6 bagian Podium. Selain parkir, lantai dasar bagian Podium juga dimanfaatkan unuk kegiatan komersial, jelas Bagus.

Pembagian space perkantoran meliputi lantai 17 sampai 24 akan ditempati oleh Kantor Pusat Pelindo II /IPC, lantai 11 sampai 16 akan ditempati oleh sekitar 10 anak perusahaan IPC dan lantai 7 sampai 10 untuk perkantoran umum (non IPC).

Menurut Bagus, peruntukan perkantoran pada tower tersebut meliputi 70 persen untuk perkantoran IPC Group dan sisanya 30 persen untuk umum tapi diprioritaskan bagi perkantoran usaha terkait kemaritiman dan logistik seperti pelayaran, cargo owner, Perusahaan Bongkar Muat (PBM). Forwarding dan sejenisnya.
IMG-20200219-WA0008_copy_800x600

Dia mengatakan dengan berkumpulnya pebisnis terkait kemaritiman di satu lokasi dimaksudkan agar mereka tidak perlu pergi jauh-jauh untuk urusan kegiatan bisnis yang terkait kemaritiman.

Untuk mempresentasikan komunitas maritim, gedung ini mengusung konsep desain arsitektur modern berbentuk kapal phinisi dengan mutu bangunan klas B+ (B plus) bersertifikasi Green Building grade Gold.

Pemilihan arsitektur gedung berbentuk kapal phinisi diharapkan agar makna , simbol dan nilai filosofi kapal phinisi yang mampu menjelajahi samudra pasifik hingga Vancover, Kanada juga melekat pada ketangguhan Maritime Tower.

Ditanya progres pemasaran space, Bagus mengatakan untuk area perkantoran sudah tersewa 70% dan area komersial 40%. (wilam)