Angkasa Pura 2

Kepala BPSDMP Lantik Perwira Pelaut Tingkat II dan IV STIP Jakarta

SDMKamis, 20 Februari 2020
IMG-20200220-WA0010

IMG-20200220-WA0011

Jakarta (BeritaTrans.com) – Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP), Sugihardjo menutup sekaligus melantik lulusan diklat Program Pelaut Tingkat II Nautika dan Teknika Angkatan XLIII, Diklat Pelaut Tingkat IV Nautika dan Teknika Angkatan III dan IV Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, yang diikuti oleh 157 lulusan, bertempat di kampus STIP Jakarta.

Dalam sambutannya Sugihardjo menyampaikan, bahwa ini pelantikan ini merupakan bukti kesungguhan dispilin, dedikasi dan kerja keras dari para peserta diklat yang sudah berpengalaman mengarungi lautan untuk tetap meningkatkan kemampuan diri dengan mengambil diklat peningkatan kompetensi di STIP Jakarta. Saat ini persaingan untuk mendapatkan pekerjaan di industri transportasi termasuk pelayaran sangat tinggi. Para pelaut contohnya, harus bersaing dengan peaut-pelaut dari negara lain untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan palayaran besar.

IMG-20200220-WA0009

“Kita tentu berharap, pelaut Indonesia tidak hanya berlayar di perairan indonesia, tapi didorong untuk berlayar ocean going. Untuk itu harus selalu meningkatkan kompetensi pelaut disamping juga Soft Skill Competences”, imbuh Sugihardjo.

Sugihardjo menambahkan, setidaknya ada 3 soft skill yang harus ditingkatkan yaitu kemampuan berinovasi, berkreasi dan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa asing. Karena itu, para lulusan dari sekolah-sekolah BPSDMP salah satunya STIP Jakarta yang telah menyelesaikan diklat harus diberikan tambahan kompetensi-kompetensi tersebut. Untuk kemampuan berbahasa inggris, di STIP Jakarta telah melakukan standarisasi bahasa inggris dengan program Marlin Test, dimana sertifikat hasil tes tersebut diakui di seluruh dunia.

“Saya mengapresiasi langkah STIP Jakarta yang telah melakukan standarisasi bahasa inggris dengan program Marlin Test. Dengan demikian para lulusan dapat mengantongi sertifikat bahasa inggris maritim yang diakui internasional. Ini sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya Sumadi untuk mendukung Visi Pemerintah dalam pembangunan SDM Indonesia 2020-2024 yang mampu bersaing di kancah internasional”, ujar Sugihardjo.

Selanjutnya, Sugihardjo menjelaskan mengenai Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang dilakukan STIP Jakarta. Program tersebut adalah program penyetaraan ijazah laut yang didapatkan dari STIP Jakarta dengan level akademi tertentu. Sugihardjo juga mengapresiasi kerja sama dan koordinasi yang baik antara STIP Jakarta dan Ditjen Hubla sehingga bisa memberikan On Time Delivery untuk ijazah dan sertifikat para lulusan.

Diakhir sambutannya, Sigihardjo mengajak para lulusan agar ikut berperan serta dalam membantu almamater tercinta untuk terus mengembangkan kompenti lululsannya, terutama dalam pelaksanaan praktek oleh para taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.

“Kami juga membuka kesempatan kerja sama dengan para lulusan untuk dapat membantu taruna/taruni STIP dalam memberi ruang dan tempat untuk melaksanakan praktek kerja laut dan darat,” tutup Sugihardjo.

Ketua STIP Jakarta, Amiruddin, dalam laporannya menyampaikan komposisi peserta diklat keahlian pelaut yang mengikuti pendidikan terdiri dari Ahli Nautika Tingkat II berjumlah 39 peserta, Ahli Teknika Tingkat II berjumlah 35 peserta, Ahli Nautika Tingkat IV berjumlah 55 peserta, dan Ahli Teknika Tingkat IV berjumlah 28 peserta.

“Semua peserta yang mengikuti ujian akhir semuanya dinyatakan LULUS, artinya tingkat kelulusan mencapai 100%,” tutup Amiruddin.(omy/lia)