Angkasa Pura 2

Muaro Batang Arau akan Dijadikan Pelabuhan Marina dan Maritim Center

DermagaKamis, 20 Februari 2020
images (42)

PADANG (BeritaTrans.com) – Pelabuhan Muaro Kawasan Batang Arau, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) segera dijadikan pelabuhan marina dan sebagai maritim center.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Padang atau Bappeda Medi Iswandi mengatakan pembangun maritim center ini nantinya melalui konsepan bersama.

“Konsepan ini Kementerian Kelautan, Kemenkomaritim, provinsi dan Pemko padang dan di situ, di Pelabuhan Muaro akan dibangun maritim center,” kata Medi Iswandi, baru-baru ini di Padang.

Pembangunan Maritim Center ini sudah dianggarkan hampir Rp 50 Miliar, dengan pengelolaan oleh PT Pelindo.

“Anggarannya hampir Rp 50 M dari PT Pelindo,” ungkap Medi Iswandi.

Medi Iswandi mengatakan untuk itu kapal-kapal yang saat ini ada di Pelabuhan Muaro Batang Arau akan dipindahkan nantinya.

Sejauh ini lanjutnya, kapal nelayan akan dipindahakan ke Batang Anai dan kapal Niaga dipindahkan ke Pelabuhan Bungus.

“Kemudian pemindahan kapal-kapal nelayan, yang rencananya dipindahkan ke Batang Anai kita kerja sama dengan provinsi, karena harus dikeruk dulu.

Kemudian kapal niaga akan dipindahkan ke bungus dan kawasan itu bisa difokuskan pada marina untuk kegiatan wisata,” ungkap Medi Iswandi.

Dikatakan kawasan Batang Harau akan dijadikan kawasan dan kegiatan penunjang pariwisata.

Sedangkan, masalah utamanya bukanlah pemindahan nelayan melainkan sampah di kawasan tersebut yang menjadi pekerjaan Pemko Padang.

“Masalah utamanya bukan nelayannya, melainkan sampah kiriman dari hulu. Hal ini menjadi pekerjaan Kota Padang terutama mengajak masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, jangan ke sungai,” kata Medi Iswandi.

Menurutnya, saat ini sedang disiapkan izin amdal oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota (Pemko) Padang.

“Waktunya pembangun maritim center tahun ini. Amdalnya sedang proses di dinas lingkungan Hidup, kemudian IMB. Anggaran dikucurkan hampir Rp 50 M,” ungkap Medi Iswandi. (lia/sumber:tribunpadang)