Angkasa Pura 2

Militer Assad-Putin-Erdogan Baku Tembak di Suriah, 27 Orang Tewas

HankamJumat, 21 Februari 2020
d0ca45e6-3875-4602-9f2d-bd2dde4366c1_169

Jakarta (BeritaTrans.com) – Baku tembak terjadi lagi di Idlib, Barat laut Suriah, Kamis (20/2/2020) waktu setempat. Kejadian ini menewaskan 27 orang, termasuk pasukan tentara Turki, militer anti pemerintah Suriah, dan tentara Suriah pro Presiden Bashar al-Assad.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, dikutip dari AFP, mengatakan setidaknya ada 11 tentara Suriah dan 14 orang pemberontak yang tewas dalam pertempuran tersebut. Kementerian pertahanan Ankara juga melaporkan ada dua tentara Turki tewas dalam serangan udara di wilayah Idlib.

Lebih lanjut, Observatorium mengatakan pemberontak Suriah yang didukung oleh tembakan artileri di Turki telah merebut daerah Nayrab antara ibukota provinsi Idlib dan kota Saraqeb yang dikontrol pihak Suriah.

Mereka mundur setelah beberapa jam bentrokan dan puluhan serangan udara dari Rusia dan Suriah. Selain itu, Observatory menambahkan bahwa kelompok jihadis Hayat Tahrir al-Sham juga menargetkan pasukan pemerintah Suriah di Nayrab.

Pasukan Turki juga menembakkan artileri ke Saraqeb, kota yang dikendalikan Suriah di jalan raya utama dari Damaskus ke Aleppo. Baik pemerintah Turki maupun pemerintah Suriah mengklaim pihak lain telah dikalahkan.

Dalam beberapa pekan terakhir, militer Suriah yang didukung Rusia, melakukan serangan untuk menguasai daerah jajahan pemberontak terakhir di negara itu. Serangan tersebut memungkinkan rezim untuk merebut kembali petak-petak wilayah di selatan provinsi Idlib dan provinsi Aleppo yang berdekatan.

Sayangnya, konflik Suriah yang kini memasuki tahun kesembilan ini, sudah menghancurkan kehidupan jutaan orang, termasuk masyarakat mereka sendiri. Suriah sejak dimulai pada 2011 melakukan penindasan brutal terhadap protes anti-pemerintah.

Namun akibat peristiwa tersebut, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa sebanyak 900.000 warga suriah harus mengungsi akibat terjadinya perang antara militer Suriah dengan kelompok pemberontak anti Assad sejak Desember 2019 lalu.

Angka tersebut 100.000 lebih dari yang dicatat PBB sebelumnya. PBB juga menjelaskan jika ada banyak bayi-bayi yang sekarat akibat kedinginan, serta kamp bantuan dan pengungsian yang sudah kepenuhan.

Selain itu, ada pula dampak buruk terhadap perekonomian negara tersebut. Program Pangan Dunia PBB mengatakan, sekitar 6,5 juta orang di Suriah tidak dapat memenuhi kebutuhan makanan akibat peristiwa tersebut. (lia/sumber:cnbcindonesia)