Angkasa Pura 2

Iran Selundupkan Senjata ke Houthi Lewat Pelabuhan Hodeidah

Dermaga HankamSabtu, 22 Februari 2020
IMG-20200222-WA0000

RIYADH (BeritaTrans.com) – Laporan intelijen menyatakan bahwa Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyelundupkan senjata ke kelompok pemberontak Yaman, Houthi, melalui pelabuhan Hodeidah. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Koalisi Arab Turk al-Maliki.

“Kami memiliki informasi bahwa semua senjata ini telah diselundupkan melalui pelabuhan Hodeidah oleh IRGC,” kata Maliki.

“Jika kita melihat jauh ke dalam ancaman milisi Houthi melalui rudal balistik, pesawat tanpa awak atau menggunakan kapal, semua ini membuktikan strategi militer untuk memperpanjang perang melalui penyelundupan senjata Iran dari IRGC,” imbuhnya seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (22/2/2020).

Pernyataan itu menyusul keberhasilan pasukan Saudi menghadang sejumlah rudal balistik Houthi yang diluncurkan dari Ibu Kota Yaman, Sanaa, dengan target sejumlah kota di Arab Saudi.

Kelompok Houthi mengklaim bahwa mereka menargetkan fasilitas minyak perusahaan Arab Saudi, Aramco, di pelabuhan Laut Merah Yanbu dengan dua belas drone dan tiga roket. Aramco dan Koalisi Arab belum secara resmi merilis rincian spesifik mengenai serangan pada hari Jumat itu.

“Tidak ada keraguan bahwa peluncuran rudal balistik pada hari Jumat ini menunjukkan milisi Houthi melakukan pelanggaran dengan sengaja menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil,” ujar Maliki tentang serangan tersebut.

“Apa yang juga telah kita lihat bulan lalu termasuk senjata yang disita di Laut Arab oleh Komando Pusat AS (CENTCOM). Ini membuktikan keterlibatan IRGC dalam mendukung dan menyediakan senjata kelas militer bagi milisi Houthi yang mencakup rudal jelajah anti-kapal yang direbut oleh Angkatan Laut AS,” tambahnya.

Seorang juru bicara militer AS mengatakan bahwa pengiriman besar senjata buatan Iran berhasil disita pada 9 Februari oleh Angkatan Laut AS di Laut Arab yang ditujukan untuk Houthi di Yaman. (Baca: Kapal Perang AS Rampas Ratusan Rudal Diduga Milik Iran)

Senjata yang pada saat itu disita oleh kapal perang USS Normandy termasuk penghancur rudal berpemandu, Iran menjiplaknya dari senjata Rusia dan senjata lainnya dirancang secara unik oleh Iran dan tidak ditemukan di tempat lain di dunia. Hal itu diungkapkan Kapten Angkatan Laut Bill Urban, juru bicara CENTCOM, seperti dikutip oleh surat kabar militer AS Stars and Stripes. (Baca: AS Pamer Rudal Jenis Baru Iran Hasil Sitaan di Laut Arab)

Maliki mengatakan serangan yang terjadi baru-baru ini merupakan eskalasi oleh Houthi untuk meningkatkan agresi terhadap Arab Saudi dan wilayah yang lebih luas saat Iran menjadi semakin terisolasi oleh komunitas internasional.

“Kami telah melihat bahwa senjata-senjata Iran ini sedang dikumpulkan di Ibu Kota Yaman Sanaa di mana para militan teroris Houthi telah mengadakan pelatihan tentang cara mengumpulkan rudal balistik dan drone,” ungkap Maliki.

“Mereka telah merakit senjata-senjata ini di daerah perumahan di Sanaa, menggunakan perisai manusia sehingga koalisi akan menghindari menargetkan bengkel-bengkel ini,” sambungnya.

“Sejauh ini, Koalisi Arab secara maksimum telah menahan diri untuk tidak menargetkan Sanaa karena para militan teroris telah menggunakan perisai manusia untuk melindungi senjata rudal balistik buatan Iran,” tukasnya. (lia/sumber:sindonews)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari