Angkasa Pura 2

Taruna STIP Mulai Digembleng Skill Berbahasa Inggris

SDMSenin, 24 Februari 2020
IMG-20200223-WA0025

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Jangan kaget kalau besok-besok taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) jago berbahasa Inggris. Ngomong cas cis cus seperti bule.

Skill berkomunikasi dengan bahasa Inggris itu akan menjadi buah manis dari aksi STIP menggenjot pelatihan sekaligus praktik bahasa asing tersebut.

Kemampuan itu akan membuka semakin lebar peluang perwira lulusan sekolah di lingkungan BPSDM Perhubungan diserap oleh pasar kerja luar negeri.

Ketua STIP Amiruddin mengemukakan taruna digembleng dalam Program English Camp tiga hari setiap pekan yakni dari Jumat sampai Minggu.

“Sementara ini program tersebut diiikuti taruna tingkat 4. Mulai Maret 2020, seluruh taruna mengikuti program tersebut 2 jam setiap hari selama 6 bulan ke depan,” jelasnya kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Minggu (23/2/2020).

1232020224210

Cara yang ditempuh adalah menerapkan model Kampung Inggris Pare Kediri. “Jadi nantinya ada Kampung Inggris STIP, bahkan ada native speaker sebagai pengajarnya,” cetusnya.

Dia mengutarakan selama ini, taruna hanya diwajibkan TOEFL 500 sebagai syarat kelulusan. “Namun itu tidak lantas jago berbicara dalam bahasa Inggris. Kami ingin mereka juga lancar conversation,” ujarnya.

Menhub: Daya Saing

Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengemukakan daya saing pelaut-pelaut di Indonesia masih di bawah pelaut negara-negara tetangga, contohnya Filipina yang tersebar di seluruh dunia.

Untuk itu, menurut dia, untuk meningkatkan daya saing diperlukan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, terutama kemampuan Bahasa Inggris.

“Kita minta dalam pembelajaran itu berbahasa Inggris, kalau perlu guru-gurunya berbahasa Inggris dua atau tiga mata kuliah dan buku-bukunya berbahasa Inggris agar terbiasa,” ujarnya.

Budi menuturkan dalam persaingan yang semakin ketat, bukan hanya kemampuan di bidang kelautan, tetapi juga kemampuan khusus (soft skill), seperti digital dan Bahasa Inggris.

“Sekolah-sekolah kita kalah saing dengan Filipina, terutama masalah bahasa. Saya mendorong sekolah-sekolah bisa menjadi sekolah yang lebih baik, harus ada cita-cita dan kemauan dari para taruna dan guru-guru,” katanya.

“Sudah lulus tapi belum kerja, kita jangan menyuplai pengangguran baru. Saya sudah sampaikan ini agar mereka dikumpulkan, dites dan diserap oleh pemerintah kabupaten dan kota,” katanya.

Instruktur Bahasa Inggris Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Perhubungan, Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono mengatakan pihaknya akan menjajaki kerja sama dengan instruktur Filipina untuk membantu pengajaran Bahasa Inggris.

“Salah satu titik kritis, yaitu Bahasa Inggris sangat dibutuhkan di dunia internasional, untuk itu kita menjajaki kerja sama dengan Filipina untuk masuk ke sini,” katanya.

Dia menyebutkan pelaut Filipina di seluruh dunia, yaitu mencapai empat juta orang, sementara Indonesia hanya 400 ribu orang. (awe).

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari