Angkasa Pura 2

Jemaah Umroh Jatim Kembali ke Bandara Juanda Setelah Transit di Singapura

Bandara KokpitKamis, 27 Februari 2020
jamaah-bandara-840x493

SIDOARJO (BeritaTrans.com) – Puluhan calon jemaah umrah dari berbagai daerah di Jawa Timur harus kembali ke Bandara Juanda Sidoarjo, Kamis (27/2/2020) malam. Mereka sebelumnya sudah berangkat melalui Singapura, Kamis pagi.

Pesawat Silk Air yang ditumpangi puluhan calon jemaah umrah itu harus kembali ke Surabaya dari Singapura setelah mendapat kabar dari petugas maskapai di negara tersebut jika dilarang terbang melanjutkan perjalanan ke Jeddah.

Pantauan iNews, hingga Kamis malam, puluhan calon jemaah umrah asal Jawa Timur yang gagal berangkat menunaikan ibadah umrah atau haji kecil terus berdatangan di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda.

Sekitar 50an calon jamaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah Suci ini berangkat tanpa melalui terminal umrah.

Calon Jemaah umrah, Sumiani mengaku berangkat dari Juanda menggunakan pesawat Singapure Airlines menuju Singapura. Menurut rencana, dia dan rombongan Jemaah lainnya akan transit di Singapura untuk kemudian terbang ke Jeddah dengan menggunakan pesawat Fly Scoot.

“Namun saat tiba di Singapura sekitar pukul 13.00 WIB, kami disambut pihak maskapai sana (Singapura) bahwa kita tidak bisa diterbangkan ke Jeddah sana karena ada larangan dari pemerintah Arab Saudi yang menangguhkan seluruh kunjungan umrah ke negara itu,” katanya.

Hal sama diungkapkan calon Jemaah umrah lainnya, Asep. Dia mengaku kecewa karena gagal berangkat ke Tanah Suci.
“Ya, begitu kami sampai di Singapura, ternyata ada petugas bandara sana, katanya ada berita tidak bisa berangkat ke sana karena ada virus korona. Tadi berangkat jam 10an,” katanya.

Dia mengaku ada puluhan calon jemaah umrah yang akhirnya menunggu di Bandara Changi Singapura sekitar dua jam dan kemudian balik ke Bandara Juanda Surabaya menggunakan pesawat Silk Air dengan biaya dari biro perjalanan travel umrah.

Pengurus biro perjalanan travel umrah, Andi mengatakan, kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menghentikan sementara seluruh kunjungan umrah terlalu mendadak.

Menurut dia, kebijakan tersebut sangat merugikan Jemaah umrah dan biro perjalanan. “Ini musibah, bencana bagi jamaah dan travel penyelenggara umrah. Kami menyesalkan dengan kebijakan ini. Menurut kami, pemerintah Arab Saudi terlalu awal dan terlalu membesar-besarkan, apalagi di sana belum ada kasus (virus korona) di Indonesia juga belum ada kasus,” katanya. (lia/sumber:inews, foto:ilustrasi,antara)