Angkasa Pura 2

Dana Pembangunan MRT Fase III Libatkan Bank DKI

Ekonomi & Bisnis EmplasemenSabtu, 29 Februari 2020
images (5)

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Fase III Ujung Menteng-Kalideres akan melibatkan Bank DKI dalam pendanaan. Tak hanya itu, nanti juga ada Bank Pembangunan Daerah (BPD) lain yang juga ikut dilibatkan.

“Dana investasi akan dihitung berdasarkan kebutuhan dana yang dibutuhkan MRT dan kesiapan BPD. PT MRT Jakarta akan memperkirakan dana yang dibutuhkan untuk pembangunan fase III rute Kalideres-Ujung Menteng,” kata Direktur Utama Bank DKI, Zainuddin Mappa dari keterangan tertulis, Jumat (28/2/2020).

Zainuddin mengatakan, pihaknya akan mengajak BPD lain melalui sindikasi pendanaan dalam bentuk kolaborasi antar-Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta.

Seperti halnya dengan BUMD lain, Bank DKI juga terlibat dalam dalam transaksi nontunai kepada penumpang PT LRT Jakarta dan PT Transjakarta.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta, Tuhiyat menuturkan, kerja sama dengan Bank DKI sudah dimulai dalam pengelolaan administrasi keuangan di MRT Jakarta.

“Terdapat empat bentuk rintisan kerja sama di antaranya payroll system, operational financing, fund placement dan kesejahteraan lainnya,” ungkapnya.

Adapun rute Kalideres-Ujung Menteng menjadi bagian dari koridor Timur-Barat yang terbentang dari Balaraja hingga Cikarang sepanjang 31,7 kilometer (km). Untuk tahap awal, MRT Jakarta akan fokus pada rute di dalam kota.

Jika Pemprov DKI Jakarta sudah menyetujui, pembangunan koridor Timur-Barat inner Jakarta akan dibagi menjadi dua tahapan, yaitu stage I Kalideres-Cempaka Baru sepanjang 20,1 km dan stage II Cempaka Baru-Ujung Menteng 11,6 km.

Lantaran besarnya dana yang dibutuhkan, MRT Jakarta mengaku skema pembiayaan koridor Timur-Barat tidak bisa menggunakan strategi pinjaman antarpemerintah (G to G) seperti koridor Utara-Selatan fase I dan II. (fahmi/ sumber inews/foto net.z)